MOTORESTO.ID, JAKARTA–Masalah kekhawatiran kehabisan daya sebelum sampai tujuan (range anxiety) telah menjadi persoalan utama para pemilik kendaraan listrik. Selain fasilitas stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang belum sepenuhnya merata dan harus antre sehingga memakan waktu lama saat pengisian juga menjadi persoalan tersendiri.
Karena itu kehadiran kendaraan listrik yang memiliki jarak tempuh jauh yang mengusung teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) dapat menjadi alternatif pilihan. Teknologi ini berguna saat kendaraan melaju ke lokasi yang jauh dan keterbatasan SPKLU.
Teknologi REEV tersebut kini hadir pada produk Changan Deepal S05 REEV yang sepenuhnya mengandalkan motor listrik untuk menggerakkan roda. Mesin bensin berkapasitas 1.500 cc hanya berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik dan mendukung pengisian daya baterai.
Sehingga pengguna dapat menikmati karakter berkendara mobil listrik yang lebih efisien, halus, senyap, dan responsif, namun memperoleh fleksibilitas jarak tempuh layaknya kendaraan berbahan bakar bensin. Dalam pengujian yang telah dilakukan dalam kegiatan test drive bersama rekan media, eSUV ini berhasil mencatatkan konsumsi BBM sebesar 4,3 liter per 100 kilometer atau setara dengan sekitar 23,2 km/liter.

Hasil ini memperlihatkan potensi teknologi REEV dalam menghadirkan alternatif mobilitas elektrifikasi yang efisien sekaligus fleksibel untuk menunjang aktivitas harian maupun perjalanan antar-kota. “Kami ingin memberikan solusi bagi konsumen yang ingin merasakan pengalaman berkendara mobil listrik, namun masih mempertimbangkan jarak tempuh dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya ketika bepergian ke luar kota,” kata Setiawan Surya CEO Changan Indonesia.
Changan Deepal S05 REEV memiliki kemampuan jelajahnya yang memadukan tenaga listrik dan dukungan mesin bensin sebagai generator. Adapun eSUV ini dibekali baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) berkapasitas 27,28 kWh yang memungkinkan kendaraan menempuh jarak hingga 170 Km dalam mode full EV.
Teknologi REEV juga memberikan jarak tempuh gabungan lebih dari 1.100 km (NEDC), sehingga pengguna memiliki fleksibilitas lebih leluasa dalam merencanakan perjalanan jauh tanpa harus selalu menyesuaikan rute dengan lokasi SPKLU.
Pengguna dapat memanfaatkan waktu singgah di rest area untuk mengisi daya sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Namun, bila fasilitas pengisian daya belum tersedia, mesin bensin tetap dapat berfungsi sebagai generator untuk mendukung suplai energi listrik.

Komentar