MOTORESTO.ID,JAKARTA–Kebutuhan kendaraan niaga yang lincah, mudah perawatan, hemat BBM khususnya bagi usaha kecil dan menengah, telah mendorong Daihatsu Gran Max yang diperkenalkan sejak 2007 masih mendominasi penjualan kendaraan niaga di Tanah Air saat ini.
Hingga September kini, Gran Max Series masih menjadi kontributor terbesar penjualan Daihatsu dengan raihan 56.230 unit, atau sekitar 51 persen dari total penjualan Daihatsu. Jumlah tersebut terdiri atas Gran Max Pick Up sebanyak 38.333 unit dan Gran Max Minibus sebanyak 17.897 unit.
Gran Max Series juga menjadi mobil terlaris di Indonesia pada periode Januari – September 2026, sekaligus memperkuat perannya sebagai kendaraan niaga untuk mendukung berbagai kebutuhan usaha masyarakat Indonesia. Mulai dari logistik, komoditas, shuttle car, kuliner, industri kreatif, dan beragam bisnis lainnya.
Hal itu tidak terlepas dari rancangan disain multifungsi baik untuk kabin penumpang maupun barang baik varian Pick Up maupun Blind Van yang ekstra luas dan fungsional. Meski begitu, kedua jenis Gran Max tersebut memiliki dimensi yang sama, yaitu P 419,5 cm L 162 cm, dan T 188 cm. Memiliki daya tampung 1.250 kg dan bisa menampung hingga 9 orang.
“Capaian penjualan merupakan wujud kepercayaan pelanggan yang terus memilih Daihatsu sebagai solusi mobilitasnya,” kata Rokky Irvayandi, Marketing Director and Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor dalam keterangan resminya.
Daihatsu membekali Gran Max dengan mesin 2NR-VE dual VVTI berkapasitas 1.300 dan 1.500 cc 4 silinder yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 94PS pada putaran 6.000 rpm, dan torsi maksimal 12,2 kgm pada putaran 4.400 rpm dengan transmisi manual 5 percepatan. Dengan kapasitas mesin tersebut, mobil ini diyakini memiliki konsumsi bahan bakar yang efisien atau irit.
Pada model Gran Max 1.5L menggunakan ban berdiameter 14 inch, sehingga area ground clearance bertambah lebih tinggi 15 milimeter. Ini dapat membantu performa berkendara tetap aman dan nyaman, terutama saat melewati genangan air.
Jaminan layanan purna jual seperti suku cadang yang melimpah serta bengkel resmi yang tersebar luas membuat kendaraan niaga pengganti Daihatsu Zebra dan Espass dekade 1980an hingga 2000an ini masih menjadi penguasa di kelasnya.

Komentar