Gaya Hidup
Beranda » McLaren Punya Logo Baru, Terinspirasi dari Bengkel Masa Muda Bruce McLaren

McLaren Punya Logo Baru, Terinspirasi dari Bengkel Masa Muda Bruce McLaren

Dok. Mclaren

MOTORESTO.ID, JAKARTA — McLaren memperkenalkan identitas visual baru yang akan digunakan untuk merepresentasikan perjalanan merek, baik di dunia balap maupun lini otomotifnya. Perubahan tersebut mencakup pembaruan pada wordmark McLaren dengan tetap mempertahankan sejumlah elemen yang sudah melekat dengan merek asal Inggris tersebut.

Salah satu perubahan paling mudah dikenali terdapat pada huruf C dalam wordmark McLaren. Kini terdapat sebuah garis di bawah huruf tersebut yang terinspirasi dari papan nama bengkel milik Les dan Ruth McLaren, orang tua Bruce McLaren, di Remuera, Auckland, Selandia Baru.

Dok. Mclaren

Tempat tersebut memiliki kaitan erat dengan perjalanan awal Bruce McLaren di dunia teknik dan otomotif. Di sana, Bruce McLaren mengembangkan dan memodifikasi Austin 7 yang kemudian membawanya memulai karier balap.

Logo Baru McLaren Bawa Cerita Bruce McLaren

Pembaruan logo baru McLaren tidak sekadar mengubah tampilan wordmark. McLaren menggunakan sejarah pendirinya sebagai salah satu sumber inspirasi untuk membangun identitas visual yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Selain wordmark baru, McLaren memperkenalkan jenis huruf khusus bernama McLaren Sans serta palet warna yang diperluas. Palet tersebut mengambil inspirasi dari berbagai periode dalam sejarah McLaren.

Buka Dealer 3S, Ford Perluas Layanan di Jawa Timur

Meski demikian, beberapa elemen yang sudah dikenal tetap dipertahankan. McLaren masih menggunakan Speedmark serta warna papaya yang telah menjadi bagian penting dari identitas merek, terutama dalam aktivitas balap.

Pendekatan tersebut membuat perubahan identitas visual McLaren tidak sepenuhnya meninggalkan ciri khas yang sudah dikenal penggemarnya.

McLaren W1 Jadi Model Terakhir dengan Logo Lama

Dok. Mclaren

Perubahan identitas visual ini juga membuat McLaren W1 memiliki posisi tersendiri dalam sejarah desain merek.

McLaren W1 menjadi model terakhir yang menggunakan logo McLaren versi sebelumnya. Model-model baru yang diperkenalkan setelah pembaruan identitas tersebut akan menggunakan sistem visual terbaru.

Bagi McLaren, perubahan ini juga berkaitan dengan kebutuhan untuk menghadirkan identitas yang dapat digunakan di berbagai lini bisnis.

Kendaraan Anda Terdampak Bencana Alam, Suzuki Tawarkan Solusinya

McLaren tidak hanya beroperasi melalui program Formula 1. Aktivitas balapnya juga mencakup IndyCar dan kompetisi endurance, sementara program Hypercar tengah dipersiapkan untuk mengikuti World Endurance Championship pada 2027.

Karena itu, identitas visual baru harus dapat diterapkan pada berbagai kebutuhan, mulai dari mobil balap, mobil produksi, perlengkapan tim, hingga platform digital.

Identitas Baru Tetap Pertahankan Speedmark dan Papaya

Salah satu hal menarik dari pembaruan tersebut adalah keputusan McLaren untuk tidak menghilangkan seluruh elemen lama.

Speedmark tetap menjadi bagian dari identitas McLaren. Begitu pula dengan warna papaya yang sudah sangat erat dengan citra McLaren di dunia motorsport.

McLaren juga mempertahankan elemen Speedy Kiwi yang memiliki hubungan dengan sejarah perusahaan dan Bruce McLaren.

MG ZS Hybrid+ Resmi Hadir di Surabaya dan Malang, Harga Mulai Rp309 Juta

Chief Marketing Officer McLaren Racing, Lou McEwen, mengatakan identitas baru tersebut tetap terasa sebagai McLaren.

“Feels unmistakably McLaren.”

Pembaruan ini pada akhirnya menjadi bentuk evolusi identitas visual, bukan perubahan total terhadap karakter merek.

Garis sederhana di bawah huruf C memang terlihat kecil. Namun, elemen tersebut membawa kembali cerita dari tempat Bruce McLaren memulai perjalanan engineering-nya di Auckland.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *