Gaya Hidup News
Beranda » Kabut Asap dari Sumatra dan Kalimantan, F1 Singapura 2026 Terancam Batal?

Kabut Asap dari Sumatra dan Kalimantan, F1 Singapura 2026 Terancam Batal?

Dok. Kementerian Kehutanan

MOTORESTO.ID, SINGAPURA – Gelaran Formula 1 (F1) Singapura 2026 mulai menghadapi potensi gangguan kabut asap. Kondisi tersebut mengingatkan pada situasi serupa yang terjadi tujuh tahun lalu ketika kualitas udara Singapura terdampak kebakaran hutan di Indonesia.

F1 Singapura 2026 dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang di Sirkuit Marina Bay. Menjelang balapan, kondisi kualitas udara menjadi salah satu hal yang turut dipantau oleh penyelenggara.

Badan Meteorologi Singapura sebelumnya memperingatkan adanya potensi kabut asap apabila kebakaran di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan meluas. Kondisi cuaca yang relatif kering juga diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Saat ini, Pollutant Standards Index (PSI) Singapura masih berada pada level moderat, yakni 51-100. Kualitas udara dikategorikan tidak sehat ketika PSI mencapai 101, sangat tidak sehat di atas 200, dan berbahaya jika melewati 300.

Kabut Asap Masuk Rencana Kontingensi F1 Singapura

Potensi kabut asap tersebut sudah diperhitungkan oleh pihak Singapore GP. Penyelenggara menyatakan telah memiliki rencana kontingensi yang disusun bersama sejumlah pemangku kepentingan dan lembaga pemerintah.

Changan NEVO Q05, Nyaman untuk Daily hingga Diajak Road Trip

“Jika kabut asap menimbulkan masalah visibilitas, kesehatan masyarakat, atau operasional, Singapore GP akan bekerja sama dengan lembaga terkait sebelum mengambil keputusan bersama,” ujar juru bicara Singapore GP, dikutip dari CNA, Jumat (21/8).

Dengan adanya rencana tersebut, penyelenggara dapat mengambil sejumlah langkah apabila kondisi udara memburuk dan mulai memengaruhi jalannya kegiatan di sekitar sirkuit.

Pemerintah Singapura juga telah mengaktifkan Haze Task Force yang melibatkan 28 lembaga. Tim tersebut bertugas menyiapkan langkah penanganan berdasarkan tingkat PSI dan konsentrasi PM2.5.

Jika kondisi memburuk, masker N95 dan bantuan medis dapat disediakan di area sirkuit. Informasi mengenai kualitas udara juga akan terus diperbarui untuk penonton, pembalap, kru, serta staf yang berada di lokasi.

Pernah Terjadi pada F1 Singapura 2019

Ancaman kabut asap bukan pertama kalinya menjadi perhatian menjelang F1 Singapura.

Pra Penjualan Hyundai Ioniq V Mulai dari Kisaran Rp 310 Jutaan

Pada 2019, kualitas udara Singapura sempat menurun akibat kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan di Indonesia. Meski kondisi tersebut menjadi perhatian, sekitar 268.000 penonton tetap menghadiri balapan.

Saat itu, penyelenggara menyiapkan tenaga medis serta masker N95 sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap.

Kini, tujuh tahun kemudian, potensi serupa kembali muncul. Selain F1, sejumlah penyelenggara kegiatan luar ruangan di Singapura juga mulai menyiapkan langkah antisipasi jika kualitas udara memburuk.

Acara tertentu dapat dipindahkan, diubah formatnya, atau bahkan dibatalkan apabila kondisi dinilai tidak memungkinkan.

Untuk saat ini, F1 Singapura 2026 belum dinyatakan terganggu oleh kabut asap. Kondisi udara masih berada dalam kategori moderat dan penyelenggara masih melakukan pemantauan.

KIA Gandeng Atlas untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *