Transportasi
Beranda » Penjualan Suzuki New Carry Masih Tertinggi, Program MBG Beri Kontribusi Besar

Penjualan Suzuki New Carry Masih Tertinggi, Program MBG Beri Kontribusi Besar

Suzuki Carry untuk mobil oprasional MBG
Suzuki Carry untuk mobil oprasional MBG Dok. Suzuki

MOTORESTO.ID, TANGERANG — Suzuki New Carry masih menjadi model dengan kontribusi penjualan terbesar bagi PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) di Indonesia. Pikap ringan tersebut menyumbang sekitar 53,3 persen dari total penjualan ritel Suzuki sepanjang Januari–Juni 2026.

Di bawah New Carry, kontribusi terbesar berikutnya berasal dari Suzuki XL7 sebesar 17,4 persen, disusul Suzuki Fronx dengan 16,6 persen. Capaian tersebut menegaskan bahwa kendaraan niaga ringan masih menjadi tulang punggung bisnis Suzuki di pasar nasional.

Program MBG Dorong Penjualan Fleet New Carry

Selain tingginya permintaan dari sektor usaha, Suzuki mengakui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memberikan dampak positif terhadap penjualan New Carry, khususnya pada segmen fleet.

Marketing & Value Chain 4W Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Randy R. Murdoko, mengatakan Suzuki mendukung program pemerintah tersebut melalui penyediaan kendaraan operasional.

“Terlepas dari adanya program MBG, Suzuki sebagai produsen yang memiliki pabrik di Indonesia tentu selalu mengikuti regulasi pemerintah. Salah satunya dengan mendukung pengadaan kendaraan untuk program MBG. Alhamdulillah, sejak 2025 hingga sekarang permintaannya masih sangat baik,” ujar Randy.

Ia menjelaskan, dari total penjualan fleet New Carry selama Januari–Juni 2026 yang mendekati 10 ribu unit, sekitar 42 persen berasal dari kebutuhan Program MBG.

Mengenal Filosofi Boxy Adventure Design JETOUR T2 i-DM

“Jika dihitung terhadap total penjualan New Carry selama Januari–Juni 2026, kontribusi MBG berada di kisaran 10 persen,” tambahnya.

Suzuki Siapkan Strategi Jangka Panjang

Suzuki
Dok. Suzuki

Meski Program MBG menjadi salah satu penyumbang penjualan, Suzuki menegaskan strategi bisnis perusahaan tidak bergantung pada satu program pemerintah.

Menurut Randy, Suzuki telah menyiapkan perencanaan jangka panjang agar produksi tetap berjalan sesuai kebutuhan pasar.

“Kami menyadari program pemerintah tentu memiliki dinamika. Karena itu, perencanaan Suzuki selalu disusun untuk jangka panjang.”

Ia menambahkan, evaluasi terhadap permintaan pasar dilakukan secara berkala agar kapasitas produksi tetap seimbang.

Mengenal Sistem Hybrid pada Mitsubishi New Xforce HEV 

“Setiap bulan kami melakukan evaluasi dan proyeksi pasar agar produksi tetap sesuai kebutuhan. Saat permintaan naik kami tidak kekurangan stok, dan ketika permintaan turun kami juga tidak mengalami kelebihan pasokan.”

Fokus Perkuat Branding New Carry

Suzuki juga mengungkapkan bahwa selama setahun terakhir, pemenuhan kebutuhan kendaraan untuk Program MBG cukup menyita perhatian perusahaan, termasuk jaringan dealer di berbagai daerah.

Karena itu, memasuki semester kedua 2026, Suzuki akan kembali memperkuat branding New Carry melalui berbagai aktivitas promosi, roadshow, hingga gathering bersama konsumen di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempertahankan posisi New Carry sebagai kendaraan niaga ringan andalan sekaligus memperluas jangkauan pasar di luar penjualan fleet.

Seperti Apakah Ekosistem Next Generation Zero Down Time dari Mitsubishi Fuso di GIIAS 2026 ?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *