Mobil
Beranda » Leapmotor Fokus BEV Dulu, Kenapa Belum Bawa Teknologi REEV ke Indonesia?

Leapmotor Fokus BEV Dulu, Kenapa Belum Bawa Teknologi REEV ke Indonesia?

Leapmotor B10
Leapmotor B10 Dok. Motoresto.id

MOTORESTO.ID, JAKARTA — Pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin beragam. Setelah sebelumnya didominasi Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Battery Electric Vehicle (BEV), kini hadir pula Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) hingga Range Extended Electric Vehicle (REEV). Leapmotor menjadi merek asal China terbaru yang bergabung di bawah naungan Indomobil Group, menyusul AION dan Changan.

Menariknya, meski secara global telah memiliki model berteknologi REEV, Pabrikan justru memilih memulai langkahnya di Indonesia melalui kendaraan listrik murni atau BEV.

Strategi tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Menurut Brand Head Leapmotor Indonesia, Samuel Christian Wowor, perusahaan telah mempelajari berbagai aspek sebelum menentukan produk yang akan dipasarkan.

“Saat ini kami memang masih fokus pada BEV. Setelah dipelajari bersama tim, kami melihat strategi yang paling tepat adalah memperkuat penetrasi kendaraan listrik murni terlebih dahulu.” ujar Samuel.

Produksi Lokal Jadi Pertimbangan

Dok. Leapmotor

Selain strategi pasar, faktor produksi juga menjadi alasan utama.

First Drive Chery Q, Mobil Listrik Compact dengan Sensasi Berkendara yang Berbeda

Samuel menjelaskan bahwa dua model perdana Leapmotor akan diproduksi secara CKD di Indonesia. Karena itu, perusahaan harus mempertimbangkan kesiapan proses produksi.

“Karena kedua model ini langsung diproduksi di Indonesia, tentu kami juga harus mempertimbangkan proses produksinya. Skema produksi BEV dan REEV berbeda.”

Meski demikian, bukan berarti teknologi REEV diabaikan.

“REEV juga menarik, tetapi saat ini kami masih fokus melakukan penetrasi pasar melalui model BEV terlebih dahulu.”

REEV Dinilai Punya Potensi

Leapmotor mengakui bahwa REEV memiliki keunggulan tersendiri, terutama bagi konsumen yang masih khawatir terhadap ketersediaan infrastruktur pengisian daya.

Mitsubishi Xforce Hybrid Resmi Masuk Indonesia, Siap Tantang Yaris Cross HEV hingga HR-V e:HEV

Menurut Samuel, karakter REEV tetap menawarkan pengalaman berkendara layaknya mobil listrik penuh karena mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai.

“REEV menjadi solusi karena sensasi berkendaranya tetap seperti mobil listrik penuh, sementara mesin bensin hanya berfungsi menopang sistem kelistrikan.”

Leapmotor: Edukasi Konsumen Masih Menjadi Tantangan

Di sisi lain, Pabrikan menilai tantangan elektrifikasi di Indonesia tidak hanya berasal dari infrastruktur, tetapi juga pemahaman masyarakat.

Saat ini masih banyak konsumen yang belum memahami perbedaan antara BEV, PHEV, maupun REEV.

“Selain infrastruktur, edukasi juga menjadi tantangan. Banyak konsumen yang masih bertanya apa perbedaan PHEV, REEV, dan BEV.”

Namun, perusahaan optimistis kondisi tersebut akan berubah seiring berkembangnya pasar kendaraan elektrifikasi.

Pasar Otomotif di Sumbar Menggeliat, Daihatsu Buka Outlet di Bukittinggi

“Pertanyaan seperti itu mungkin masih sering muncul sekarang, tetapi satu atau dua tahun ke depan akan menjadi hal yang umum dipahami masyarakat.”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *