Mobil
Beranda » Kok Bisa? BYD Australia Salah Kirim Tahun Produksi

Kok Bisa? BYD Australia Salah Kirim Tahun Produksi

BYD
BYD Sealion 7 Dok. Motoresto.id

MOTORESTO.ID, JAKARTA — Lebih dari 1.200-an konsumen BYD membeli mobil listrik dan hybrid mendapatkan mobil rakitan tahun lalu. Padahal, mereka memesan mobil terbaru.

Kejadiannya terjadi di Australia. Dikutip dari ABC News, BYD mengambil langkah besar dengan menawarkan refund penuh kepada 1.265 pelanggan setelah ditemukan kesalahan pada informasi tahun produksi kendaraan yang diterima konsumen. Kasus ini mencuat setelah sejumlah pembeli mengetahui mobil yang mereka beli sebagai model produksi 2026 ternyata merupakan kendaraan dengan tahun produksi 2025.

Awalnya, BYD hanya menawarkan kompensasi sebesar 1.100 dolar Australia atau setara biaya pengiriman kendaraan. Namun, banyak pelanggan menilai kompensasi tersebut belum mencerminkan potensi kerugian yang mereka alami, terutama terkait nilai jual kembali kendaraan.

Kesalahan Administrasi Jadi Penyebab

BYD menjelaskan bahwa persoalan ini terjadi akibat kesalahan administrasi dalam pencatatan data kendaraan. Perusahaan menyebut tanggal yang digunakan pada dokumen penjualan mengacu pada waktu kendaraan keluar dari pabrik, bukan tanggal produksi sebenarnya.

Public Relations Director BYD Australia, Paul Ellis, menegaskan bahwa kesalahan tersebut bukan merupakan tindakan yang disengaja.

“Itu murni terjadi karena kesalahan administrasi. Tidak ada unsur kesengajaan atau upaya untuk menipu.” kata Paul Ellis.

Menurut Ellis, kesalahan itu tidak memengaruhi performa kendaraan, standar keselamatan, garansi, maupun kepatuhan terhadap regulasi kendaraan di Australia.

Kisah Petualangan GSrek Indonesia Jakarta Chapter di Pesisir Pantai Krui

“Hal ini tidak memengaruhi garansi maupun performa kendaraan. Ini hanya menyangkut tahun produksinya.” jelasnya.

Konsumen Khawatir Nilai Jual Kembali Turun

Meski demikian, sejumlah pelanggan merasa dirugikan. Mereka menilai perbedaan satu tahun produksi dapat berdampak terhadap depresiasi harga kendaraan saat dijual kembali.

Beberapa konsumen bahkan meminta BYD mengganti kendaraan dengan unit produksi 2026 atau memberikan kompensasi yang lebih besar sebelum akhirnya perusahaan memutuskan menawarkan refund penuh kepada seluruh pelanggan yang terdampak.

Selain opsi pengembalian dana penuh, pelanggan juga dapat memilih membeli kembali kendaraan BYD produksi 2026 melalui transaksi baru.

Penjualan Honda di Jakarta Fair 2026 Tembus 6.500 Unit, Vario Jadi Primadona

ACCC Diminta Selidiki Dugaan Pelanggaran

Kasus ini juga menarik perhatian Consumer Policy Research Centre (CPRC). CEO CPRC, Erin Turner, meminta Australian Competition and Consumer Commission (ACCC) untuk menyelidiki apakah terjadi dugaan pelanggaran terhadap aturan perlindungan konsumen.

Menurutnya, konsumen berhak menerima produk yang sesuai dengan deskripsi dalam kontrak pembelian. Jika tidak, pelanggan dapat memperoleh solusi berupa perbaikan, penggantian unit, maupun pengembalian dana sesuai ketentuan Australian Consumer Law (ACL).

Sementara itu, BYD menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan menghubungi seluruh pelanggan yang terdampak melalui telepon, email, dan pesan singkat.

Langkah refund penuh ini diharapkan dapat menjaga kepercayaan konsumen terhadap merek BYD yang saat ini menjadi salah satu produsen kendaraan listrik dengan pertumbuhan tercepat di Australia.

Fasilitasi Hiburan Simulator Challange, TGRI Dominasi Podium MLDSPOT Autokhana Kejurnas Slalom 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *