MOTORESTO.ID, JAKARTA — BMW selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu pabrikan premium yang konsisten menghadirkan desain elegan dan mudah dikenali. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, arah desain pabrikan asal Jerman tersebut justru memicu perdebatan di kalangan pecinta otomotif dunia.
Mulai dari grille berukuran besar, bentuk lampu yang semakin futuristis, hingga proporsi bodi yang berbeda dari generasi sebelumnya membuat sebagian penggemar menilai BMW telah meninggalkan identitas desain klasiknya.
Lantas, apa sebenarnya yang membuat desain BMW berubah begitu jauh?
Era 90-an hingga Awal 2000-an Jadi Masa Keemasan Desain BMW
Banyak penggemar otomotif menganggap era 1990-an hingga awal 2000-an sebagai masa emas desain BMW. Model-model seperti BMW Seri 3 E46, Seri 5 E39, hingga Seri 7 E38 masih sering disebut sebagai contoh desain yang proporsional, elegan, dan timeless.
Karakter khas seperti kap mesin yang panjang, overhang pendek, serta kidney grille yang proporsional membuat mobil-mobil tersebut tetap menarik dipandang meski usianya sudah lebih dari dua dekade.
Desain pada masa itu dinilai mampu menampilkan kesan mewah tanpa harus menggunakan elemen yang berlebihan.
Mengapa Desain BMW Sekarang Berbeda?

Memasuki era elektrifikasi, BMW mulai memperkenalkan bahasa desain yang jauh lebih berani.
Beberapa model seperti BMW XM, Seri 7 G70, M3, M4, hingga X7 facelift mendapat beragam komentar karena menggunakan kidney grille yang jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya. Selain itu, desain lampu depan dan garis bodinya juga tampil lebih agresif.
Perubahan tersebut memunculkan pro dan kontra. Sebagian menganggap BMW terbaru terlalu ekstrem, sementara sebagian lainnya menilai langkah tersebut dibutuhkan agar BMW tetap relevan di tengah persaingan industri otomotif modern.
Filosofi BMW Tetap Sama, Pendekatannya yang Berubah
Meski terlihat berbeda, BMW sebenarnya masih mempertahankan filosofi desain yang telah lama mereka gunakan, yakni “Evolution, not Revolution.”
Artinya, BMW tidak sepenuhnya meninggalkan identitas lamanya, tetapi terus mengembangkan elemen-elemen khas agar tetap sesuai dengan perkembangan zaman. Proporsi dasar seperti long hood, short overhang, dan kidney grille tetap dipertahankan, meski tampil dalam interpretasi yang lebih modern.
Perubahan ini juga dipengaruhi oleh perkembangan mobil listrik, tuntutan aerodinamika, serta preferensi konsumen global yang kini menyukai desain lebih ekspresif.
Neue Klasse dan X5 Terbaru Kembali Jadi Sorotan

Belum lama ini BMW memperkenalkan bahasa desain Neue Klasse yang akan menjadi identitas baru untuk model-model masa depan.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah generasi terbaru X5 yang mengusung desain depan baru. Selain hadir dengan pilihan mesin mild hybrid, plug-in hybrid (PHEV), hingga versi listrik murni iX5, desain fascia depannya menjadi bahan perbincangan di media sosial.

Tak sedikit netizen yang menyebut bentuk bagian depannya menyerupai “hidung babi”, meski sebagian lainnya justru menganggap desain tersebut lebih futuristis dan mencerminkan arah baru di era elektrifikasi.
Desain Selalu Menjadi Soal Selera
Pada akhirnya, desain otomotif selalu bersifat subjektif. Sebagian orang akan tetap mengidolakan BMW era E38, E39, dan E46 karena tampil sederhana namun elegan. Di sisi lain, ada pula yang menyukai pendekatan baru BMW karena dinilai lebih berani dan mampu menarik perhatian di tengah persaingan mobil premium yang semakin ketat.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, satu hal yang tidak bisa dipungkiri adalah BMW berhasil membuat setiap desain barunya menjadi bahan perbincangan di industri otomotif.

Komentar