MOTORESTO.ID, JAKARTA — Nama Toyota Corolla Betawi sudah tidak asing di kalangan pecinta mobil klasik Indonesia. Meski bukan nama resmi dari pabrikan, julukan tersebut justru lebih populer dibanding kode aslinya, yaitu Toyota Corolla KE20.
Corolla KE20 Mulai Dirakit di Indonesia
Toyota mulai merakit Corolla generasi kedua berkode KE20 di Indonesia pada Desember 1971. Saat itu, Corolla hadir sebagai sedan kompak yang menawarkan kenyamanan, efisiensi bahan bakar, serta keandalan mesin, sehingga cepat diterima oleh masyarakat.
Namun, popularitasnya tidak hanya berasal dari spesifikasi teknis. Corolla KE20 juga memiliki cerita unik yang membuat namanya terus dikenang hingga sekarang.
Mengapa Disebut Corolla Betawi?
Julukan Corolla Betawi muncul pada dekade 1970-an ketika Jakarta mengalami pembangunan besar-besaran.
Pada masa tersebut, banyak lahan milik masyarakat Betawi dibeli oleh pemerintah maupun investor untuk pembangunan kawasan bisnis, perkantoran, hingga permukiman baru. Penjualan tanah itu membuat banyak warga Betawi memperoleh keuntungan besar.
Setelah mendapat uang hasil penjualan tanah, banyak juragan tanah Betawi memilih Toyota Corolla KE20 sebagai kendaraan pribadi sekaligus simbol status sosial.
Karena mobil ini sangat populer di kalangan masyarakat Betawi, khususnya para juragan tanah di Jakarta dan sekitarnya, lahirlah sebutan Corolla Betawi, yang kemudian disingkat menjadi Corbet.
Pernah Menjadi Armada Taksi

Selain menjadi mobil pribadi, Corolla KE20 juga sempat digunakan sebagai armada taksi di Indonesia pada era 1970-an. Hal tersebut semakin memperkuat citranya sebagai sedan yang tangguh dan mudah diandalkan.
Varian paling umum adalah sedan empat pintu berkode KE20, yang mudah dikenali lewat ventilasi pada pilar C berbentuk jajar genjang membulat.
Toyota juga menghadirkan sedan dua pintu, dengan pintu depan sekitar 10 cm lebih panjang karena tidak memiliki pintu belakang.
Sementara itu, varian yang paling langka adalah Corolla Coupé KE25, yang memiliki desain pilar C lebih landai dan kini menjadi incaran para kolektor.
Mesin Sederhana yang Terkenal Bandel
Di balik kapnya, Toyota membekali Corolla KE20 dengan mesin 3K Series berkapasitas 1.200 cc yang menghasilkan tenaga 68 hp dan torsi 93 Nm.
Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi manual empat percepatan yang dikenal sederhana, mudah dirawat, serta memiliki daya tahan tinggi.
Tak heran jika Corolla KE20 mampu membangun reputasi Toyota sebagai produsen mobil yang irit sekaligus tangguh.
Pernah Menjadi Sedan Terlaris di Dunia
Nama Corolla semakin mendunia ketika pada 1974 berhasil menjadi sedan terlaris di dunia.
Popularitas tersebut dipengaruhi oleh krisis minyak yang melanda banyak negara Barat setahun sebelumnya. Saat harga bahan bakar melonjak, mobil berukuran kompak dan hemat bensin seperti Corolla menjadi pilihan utama masyarakat.
Kini Sulit Ditemukan
Memasuki usia lebih dari lima dekade, Corolla Betawi dalam kondisi orisinal semakin langka.
Musuh terbesar mobil ini adalah karat pada bodi, sehingga tidak banyak unit yang bertahan dalam kondisi prima. Akibatnya, Corolla KE20 yang masih mulus kini sebagian besar sudah berada di tangan kolektor.

Sementara itu, varian dua pintu dan Coupé KE25 menjadi model yang paling diburu. Karena jumlahnya sangat sedikit, harga jualnya sulit dipatok dan sering disebut memiliki “harga gelap” di pasar mobil klasik.
Bagi pecinta otomotif, Corolla Betawi bukan sekadar sedan lawas. Mobil ini menjadi saksi perkembangan Jakarta sekaligus simbol perubahan sosial masyarakat pada era 1970-an. Hingga kini, Toyota Corolla KE20 tetap menjadi salah satu mobil klasik Jepang yang paling ikonik di Indonesia.

Komentar