MOTORESTO.ID, JAKARTA — PT Indomobil National Distributor memastikan Leapmotor B10 akan menjadi model pertama yang dipasarkan secara resmi di Indonesia. SUV listrik asal Tiongkok tersebut kini telah memasuki tahap pre-order, sementara peluncuran resmi beserta pengumuman harga akan dilakukan pada ajang GIIAS 2026.
CEO PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, mengatakan unit sebenarnya sudah tersedia. Namun pengiriman kepada konsumen masih menunggu peluncuran resmi.
“Kami sudah membuka pre-order, meskipun harganya memang belum diumumkan. Untuk unit sebenarnya sudah siap, tetapi belum bisa kami kirim ke konsumen karena masih menunggu peluncuran resmi serta pengumuman harga di GIIAS. Bagi konsumen yang sudah melakukan pre-order lebih awal, setelah harga diumumkan dan mereka setuju, pengiriman unit bisa dilakukan mulai Agustus,” ujar Tan Kim Piauw.
Produksi lokal dan harga masih menunggu GIIAS
Leapmotor B10 diproduksi secara lokal di fasilitas Indomobil yang berlokasi di Purwakarta. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Brand Head Leapmotor Indonesia, Samuel Christian Wowor.
“Seluruh unit ini diproduksi secara lokal di pabrik kami milik Indomobil di Purwakarta.”
Meski harga resmi belum diumumkan, Indomobil tetap mempertahankan target harga di bawah Rp500 juta untuk wilayah OTR Jabodetabek.
“Untuk harga OTR Jabodetabek, kami masih sesuai dengan gambaran awal, yaitu di bawah Rp500 juta.”
Menurut Tan Kim Piauw, keputusan menunda pengumuman harga dilakukan karena mempertimbangkan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
“Salah satu alasan kami masih menunggu hingga GIIAS adalah karena kondisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing masih belum stabil. Memang sekarang rupiah mulai menguat, tetapi secara keseluruhan kondisinya belum benar-benar stabil.”
Ia juga menegaskan target harga tersebut hingga kini masih realistis.
“Meskipun harga resmi belum diumumkan, target kami tetap sama, yaitu di bawah Rp500 juta. Sampai saat ini target tersebut masih memungkinkan.”
Andalkan teknologi Cell-to-Chassis dan platform terbaru

Salah satu daya tarik Leapmotor B10 adalah penggunaan Leapmotor Architecture 3.5 yang dipadukan dengan teknologi Cell-to-Chassis (CTC). Teknologi ini mengintegrasikan baterai langsung ke struktur kendaraan sehingga meningkatkan rigiditas bodi sekaligus menghasilkan distribusi bobot yang lebih seimbang.
Karakter berkendara juga diperkuat melalui penggunaan konfigurasi staggered wheels, yakni ban depan berukuran 225/50 R18 dan ban belakang 235/50 R18. Konfigurasi tersebut memberikan karakter pengendalian yang lebih stabil sekaligus menghadirkan nuansa berkendara khas mobil Eropa.
Fokus pada keamanan dan personalisasi
Selain mengusung teknologi baterai terbaru, Leapmotor B10 juga menawarkan sejumlah fitur yang menjadi pembeda.
“Leapmotor memiliki beberapa keunggulan, seperti teknologi baterai Cell-to-Chassis, fitur Personal Panel yang memungkinkan konsumen melakukan personalisasi kabin, serta fokus pada keamanan dan kenyamanan,” kata Tan Kim Piauw.
Mobil ini telah memperoleh sertifikasi Euro NCAP serta menggunakan material jok bersertifikasi OEKO-TEX untuk meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan.
Untuk purna jual, baterai Leapmotor B10 dilindungi garansi selama 8 tahun atau 150.000 kilometer.
Sementara itu, aksesori Personal Panel akan dipasarkan secara terpisah sehingga pemilik kendaraan dapat menyesuaikan tampilan kabin sesuai preferensi masing-masing.
Kolaborasi Stellantis dan Indomobil
Leapmotor merupakan merek kendaraan elektrifikasi asal Tiongkok yang berada dalam ekosistem Stellantis. Di Indonesia, operasional merek ini berada di bawah PT Indomobil National Distributor, yang juga menangani merek Citroën dan Jeep.
Kehadiran Leapmotor B10 diharapkan semakin memperkuat pilihan SUV listrik di pasar nasional, terutama melalui kombinasi produksi lokal, teknologi modern, serta target harga yang kompetitif.

Komentar