Bisnis
Beranda » Nikkei: Selain Kendaraan listrik, Teknologi Otomotif China Telah Melampaui Jepang

Nikkei: Selain Kendaraan listrik, Teknologi Otomotif China Telah Melampaui Jepang

chery

MOTORESTO.ID,BEIJING–Teknologi otomotif China saat ini dinilai telah berhasil melampaui teknologi yang dikuasai Jepang. Khususnya terkait teknologi mesin pembakaran internal, maupun dalam sistem penggerak hibrida.

Hal itu disampaikan media Nikkei China dalam sebuah artikel berjudul “Produsen Mobil China dengan Cepat Mengejar Kesuksesan dari Pesaing Jepang dalam Teknologi Mesin, Efisiensi Konversi Daya, dan Pemanfaatan AI.

Dalam artikel itu menyoroti perkembangan teknologi otomotif dari Chery, Geel dan Changan yang berkembang pesat. Chery telah memperkenalkan sistem hibrida “Kunpeng Tianqing” pada Tiggo 9 baru di Pameran Otomotif Shenzhen. Mesin ini mencapai efisiensi termal sebesar 48,57 persen – angka tertinggi yang diklaim secara publik oleh produsen mobil mana pun.

Sistem penggerak “ i-HEV ” Geely , yang dipasang pada Xingyue L (Monjaro), mencapai efisiensi 48,41 persen melalui rasio kompresi 15,5:1, pengaturan waktu katup siklus Miller, dan manajemen energi berbasis AI yang menyesuaikan secara real-time terhadap ketinggian, kelembaban, dan suhu.

Sedangkan Changan memperkenalkan “Bluecore Super Engine.” Mesin ini menampilkan sistem injeksi langsung bertekanan tinggi 500 bar pertama di dunia yang diproduksi secara massal, menghasilkan atomisasi bahan bakar yang lebih halus dan respons throttle yang lebih tajam.

IIMS 2027 Siap Hadirkan Rute Test Drive Hingga Keluar JIEXPO Kemayoran

Di luar perangkat keras, para insinyur China seperti dikutip laman CarnewsChina, juga telah menanamkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence dan fusi sensor ke dalam unit kontrol mesin. Sistem Geely, misalnya, terus mengoptimalkan pembakaran dan aliran energi, memungkinkan sistem penggerak beradaptasi secara instan terhadap perubahan kondisi jalan dan cuaca.

Chery berencana untuk menerapkan keluarga mesin yang sama di seluruh kendaraan plug-in hybrid dan kendaraan listrik. Teknologi ini akan diterapkan pada produk di negara yang infrastruktur pengisian daya masih terbatas.

Pendekatan dua arah

Selain mempercepat penjualan kendaraan listrik global, produsen otomotif China secara bersamaan menyempurnakan teknologi bensin dan hybrid untuk melayani lebih dari 70 juta pembeli tahunan yang masih memilih mobil bertenaga pembakaran.

Pada tahun 2025, Chery menjual 2,8 juta kendaraan, 70 persen di antaranya bertenaga bensin, dan mengekspor 1,34 juta unit – lebih banyak daripada produsen mobil China lainnya.

Penjualan Mobil Listrik di Eropa Salip Mobil Bensin, Bagaimana di Indonesia?

Sedangkan Nikkei menyebutkan, perusahaan Jepang masih memimpin di segmen non-listrik dengan pangsa pasar 30 persen dibandingkan dengan 20 persen milik China. Namun analis di GF Securities berpendapat kombinasi mesin ultra-efisien dan kecerdasan buatan pada produk otomotif China untuk membentuk kembali pasar hybrid hingga tahun 2038.

dok foto: Chery

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *