MOTORESTO.ID,LHASA–Tim ekspedisi Indonesia “Ride To The Roof Of The World” yang terdiri dari Rial Hamzah dan Adet Vriono kembali meraih pencapaian penting dengan berhasil mencapai Everest Base Camp North Face Tibet serta kawasan Mount Qomolangma (Everest) dari sisi utara Tibet, China (20/5).
Perjalanan menuju kawasan Everest ditempuh melalui Gyawula Pass yang berada pada ketinggian sekitar 5.200 meter di atas permukaan laut. Dari titik ini, tim dapat menyaksikan bentangan Pegunungan Himalaya secara utuh, termasuk Gunung Everest (Qomolangma) yang menjulang setinggi 8.848,86 meter.
Bagi tim ekspedisi Indonesia, setelah mencapai Everest Base Camp, perjalanan dilanjutkan ke dataran tinggi Tibet. Melalui jalur legendaris Route 318 dan Route 317 yang dikenal sebagai salah satu rute overland paling spektakuler sekaligus menantang di dunia.
“Di Eropa kita bisa menemukan salju yang indah, namun umumnya berada pada elevasi yang jauh lebih rendah. Di Tibet kami menghadapi kombinasi salju, suhu beku, udara tipis, dan ketinggian ekstrem di atas 5.000 meter. Tantangannya benar-benar berbeda dan membutuhkan adaptasi fisik yang serius,” ujar Rial Hamzah.
Ekspedisi ini bukan sekadar perjalanan menuju Everest Base Camp, melainkan benar-benar menjelajahi kawasan yang dijuluki sebagai “Roof of The World” atau Atap Dunia. Di banyak titik perjalanan, langit terasa begitu dekat. Udara menjadi sangat tipis, suhu berada di bawah titik beku, dan kadar oksigen jauh lebih rendah dibandingkan daerah pegunungan pada umumnya.
Selain melintasi Everest Base Camp dan jalur Route 318 serta Route 317, tim juga mengunjungi kawasan Yuexionggou High Mountain Periglacial Wetland Park di Baqing County, Tibet.
Kawasan ini merupakan ekosistem pegunungan tinggi yang terbentuk dari proses glasial dan periglacial selama ribuan tahun, dengan sumber air yang berasal dari pencairan salju dan es pegunungan Tibet. Guide yang mendampingi kami berkata kawasan tersebut baru akhir-akhir ini dapat diakses wisatawan asing dengan izin khusus.

Para peserta ekspedisi dari sejumlah negara berpose bersama. dok Tim Ekspedisi Indonesia
Berdasarkan informasi dari guide resmi Tibet yang mendampingi perjalanan, sangat mungkin Rial Hamzah dan Adet Vriono menjadi rider Indonesia pertama yang mencapai kawasan tersebut menggunakan sepeda motor berplat Indonesia.
Untuk memasuki China dan Tibet menggunakan kendaraan asing, tim Indonesia bergabung bersama 11 rider dari Malaysia dalam satu grup ekspedisi yang harus melalui proses perizinan dan birokrasi yang kompleks serta memerlukan persiapan berbulan-bulan sebelumnya.
Ibadah Kurban dan Tantangan Fisik
Menurut Adet Vriono, tantangan terbesar dalam perjalanan ini bukan hanya kondisi jalan ataupun cuaca ekstrem, tetapi bagaimana menjaga kondisi fisik dan mental selama berminggu-minggu berada di lingkungan dengan kadar oksigen rendah.
“Setiap hari kami harus beradaptasi dengan perubahan elevasi, cuaca, dan kondisi tubuh, perjalanan ini mengajarkan bahwa konsistensi, kesabaran, dan kerja sama tim jauh lebih penting daripada kecepatan,” ujar Adet.
Setelah meninggalkan dataran tinggi Tibet dan memasuki wilayah Sichuan, tim juga berkesempatan melaksanakan ibadah kurban di sebuah masjid di Chengdu bersama sejumlah rekan rider Malaysia yang tergabung dalam ekspedisi ini.
“Perjalanan ini membuktikan bahwa rider Indonesia mampu melakukan ekspedisi lintas negara secara profesional, bertanggung jawab, dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan dunia,” kata Rial yang juga Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bidang Touring dan Komunitas.
Ride To The Roof Of The World bukan hanya perjalanan menuju Everest atau Tibet. Ini adalah perjalanan membawa semangat petualangan Rakyat Indonesia ke salah satu kawasan paling tinggi, Terisolasi, dan paling menantang di muka bumi. Saat ini Rial dan Adet masih di Laos untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Indonesia.

Komentar