Komunitas
Beranda » Tim Ekspedisi “Ride to The Roof of The World” Sukses Perkenalkan Potensi Touring Indonesia di Tibet

Tim Ekspedisi “Ride to The Roof of The World” Sukses Perkenalkan Potensi Touring Indonesia di Tibet

misi

MOTORESTO.ID,LHASA–Berpetualang naik sepeda motor dengan menjelajahi sejumlah negara tentunya menjadi sensasi tersendiri. Dua orang Indonesia, Rial Hamzah dan Adet Vriono Tim ekspedisi Overlander Indonesia nekad melakukan ekspedisi ke Tibet, tepatnya ke Lhasa, wilayah otonom Tibet di China.

Ekspedisi ini bukan sekadar perjalanan touring biasa, tetapi sebuah misi overland lintas negara yang menguji ketahanan fisik, mental, serta performa kendaraan di berbagai kondisi ekstrem. Mulai dari suhu panas hampir 40 derajat di Highway Malaysia dan Thailand, jalan berlumpur dan berdebu di Laos, hingga suhu minus dan badai salju di dataran tinggi Tibet dengan elevasi lebih dari 5.300 mdpl.

Selama perjalanan menuju Tibet, tim melewati berbagai titik ikonik seperti Jinghong, Shangri-La, Deqen, Ranwu, hingga jalur-jalur pegunungan dengan panorama snow mountain yang menjadi bagian dari Route 214 dan Route 318. Dua jalur yang dikenal sebagai salah satu route overland paling indah dan menantang di dunia.

Setelah berkendara melintasi sejumlah negara selam tiga pekan, tim ekspedisi yang bertajuk “Ride to The Roof of The World” ini tiba di Lhasa pada 17 Mei lalu. Yang terasa berbeda adalah perjalanan ini menggunakan motor dari Indonesia plat B dan D.

Perjalanan dimulai dari Bekasi, motor dikirim ke Kuala Lumpur, melintasi Malaysia, Thailand, Laos, hingga memasuki China melalui border Boten – Mohan sebelum akhirnya mencapai dataran tinggi Tibet melalui jalur legendaris Route G214 dan G318.

5 Tips Menggunakan Motor Listrik Honda Agar Baterai Lebih Awet dan Berkendara Tetap Nyaman!

“Untuk dapat memasuki China dan Tibet menggunakan kendaraan Indonesia, seluruh peserta harus melalui proses birokrasi yang sangat ketat, kompleks, dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” kata Tutur Adet Vriono, salah satu pengurus GSrek Indonesia Jakarta Chapter.

Biaya dibutuhkan untuk mengurus izin kendaraan, temporary driving permit, pengawalan, hingga berbagai administrasi lintas negara yang harus dipenuhi secara detail’. “Khusus untuk daerah otonomi Tibet, persyaratan sangat susah dan mahal,” katanya.

turing
dok foto foto pribadi

Dukungan IMI

Karena itulah, Rial Hamzah dan Adet Vriono bergabung bersama 11 riders dari Malaysia yang dipimpin Rosmadi Saad, dalam satu group expedition untuk memasuki China dan Tibet secara resmi. Kolaborasi ini selain mempermudah proses administrasi, juga menghadirkan semangat persaudaraan sesama Serumpun dalam menghadapi tantangan jalur overland menuju atap dunia.

Apalagi melintasi cuaca ekstrem, jalur panjang, serta kondisi alam yang tidak bisa diprediksi, para riders dari Malaysia juga menunjukkan semangat petualangan dan solidaritas yang luar biasa sepanjang perjalanan.

Chery Resmikan Dealer 3S Baru di Palembang, Perkuat Layanan di Sumatera Selatan dan Sekitarnya!

Keberhasilan ekspedisi ini sampai di Lhasa, Tibet, juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi touring dan overland Indonesia ke level internasional. Terbukti sepanjang perjalanan banyak bertemu bikers asing yang tertarik untuk datang ke Indonesia.

Rial Hamzah yang juga pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bidang Touring dan Komunitas berharap perjalanan ini dapat menjadi inspirasi sekaligus membuka peluang lebih besar bagi dunia touring Indonesia untuk semakin dikenal di jalur-jalur overland dunia. Pihaknya mendukung kegiatan ini khususnya demi kelancaran koordinasi, administrasi, serta keberlangsungan perjalanan lintas negara ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *