MOTORESTO.ID, JAKARTA — Honda mulai mengubah arah strategi bisnis globalnya dengan lebih memprioritaskan pengembangan mobil hybrid dibanding kendaraan listrik murni atau electric vehicle (EV). Langkah tersebut dilakukan setelah sejumlah proyek EV dibatalkan serta meningkatnya tekanan bisnis di tengah persaingan industri otomotif global.
Perubahan arah ini sekaligus menandai bahwa target ambisius Honda untuk menjadi merek otomotif full EV pada 2040 kini dianggap tidak lagi realistis. CEO Honda, Toshihiro Mibe, menyebut perusahaan perlu menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar dan kebutuhan konsumen saat ini.
Sebagai bagian dari strategi baru tersebut, Honda memperkenalkan dua mobil prototipe hybrid terbaru, yakni Honda Hybrid Sedan Prototype dan Acura Hybrid SUV Prototype. Mengutip Carscoops, kedua model diperkirakan menjadi gambaran generasi terbaru Honda Accord dan Acura RDX.


Sedan prototipe itu tampil dengan desain fastback lima pintu, lampu LED tipis, serta garis bodi tajam yang lebih modern. Sementara SUV Acura hadir dengan desain agresif, bumper besar, dan siluet sporty yang disebut mirip teaser penerus Acura RDX yang sempat diperlihatkan pada awal 2026.
Kedua model tersebut dijadwalkan masuk jalur produksi dalam dua tahun ke depan dan akan menggunakan platform hybrid generasi baru yang meluncur pada 2027. Honda mengklaim platform tersebut mampu memangkas biaya produksi hingga 30 persen dan meningkatkan efisiensi bahan bakar lebih dari 10 persen dibanding model hybrid tahun 2023.
Selain fokus pada efisiensi, Honda juga menyiapkan sistem penggerak all wheel drive elektrik terbaru, peningkatan karakter berkendara yang lebih sporty, hingga teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) generasi anyar mulai 2028.
Di balik perubahan strategi ini, faktor finansial menjadi salah satu alasan utama. Investasi besar di sektor EV dinilai belum menghasilkan keuntungan yang sesuai harapan. Bahkan, Honda disebut mengalami kerugian bisnis elektrifikasi dalam jumlah besar akibat restrukturisasi pengembangan kendaraan listrik.
Di sisi lain, persaingan industri otomotif global juga semakin ketat dengan agresivitas produsen asal China terus memperluas pasar kendaraan elektrifikasi dengan harga kompetitif.
Untuk meningkatkan efisiensi internal, Honda turut memperkenalkan strategi baru bernama Triple Half. Strategi tersebut berfokus pada pemangkasan biaya pengembangan hingga 50 persen, mempercepat waktu pengembangan produk sebesar 50 persen, dan mengurangi beban kerja melalui dukungan AI serta digital engineering.
Amerika Utara menjadi pasar utama pengembangan hybrid Honda hingga 2030. Namun strategi tersebut juga dinilai relevan untuk pasar seperti Indonesia, mengingat infrastruktur pengisian daya EV masih terbatas dan konsumen masih mempertimbangkan faktor harga serta nilai jual kembali kendaraan.

Komentar