MOTORESTO.ID, JAKARTA — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran serta sejumlah negara lain mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas jalur logistik global. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi rantai pasok industri, termasuk sektor otomotif yang bergantung pada distribusi internasional.
Meski demikian, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memastikan bahwa hingga saat ini aktivitas ekspor kendaraan dari Indonesia masih berjalan normal.
Deputy Managing Director PT SIS, Donny Saputra, menyebut belum ada penghentian pengiriman kendaraan ke berbagai negara tujuan.
“Sampai dengan saat ini aktivitas ekspor kami masih terus berjalan dan tidak ada penghentian pengiriman secara menyeluruh ke berbagai negara tujuan,” ujar Donny.
Namun Suzuki tetap memantau perkembangan situasi geopolitik secara lebih intensif, terutama terkait potensi perubahan pada jalur logistik internasional.
Menurut Donny, faktor logistik menjadi perhatian utama karena dinamika geopolitik biasanya berdampak pada biaya pengiriman, ketersediaan jalur pelayaran, hingga fluktuasi nilai tukar.
“Yang kami perhatikan saat ini lebih kepada dinamika jalur logistik internasional,” jelasnya.
Kekuatan Produksi Lokal Jadi Penopang
Suzuki menilai operasional perusahaan di Indonesia relatif lebih stabil karena sebagian besar produk yang dipasarkan merupakan hasil produksi lokal.
Donny menjelaskan sekitar 90% penjualan Suzuki di Indonesia berasal dari kendaraan yang diproduksi di dalam negeri, dengan tingkat kandungan lokal yang cukup tinggi.
Ekosistem industri otomotif domestik juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi. Suzuki saat ini bekerja sama dengan lebih dari 400 pemasok lokal yang berperan aktif dalam rantai pasok kendaraan.
“Kami dibangun oleh ekosistem industri yang kuat di dalam negeri. Lebih dari 400 supplier lokal mendukung proses produksi kendaraan,” katanya.
Kondisi tersebut membuat Suzuki lebih tahan terhadap gangguan logistik global dibandingkan produsen yang sangat bergantung pada komponen impor.
Target Ekspor Tetap Sama
Terkait target ekspor, Suzuki menyatakan belum ada rencana revisi hingga saat ini. Perusahaan masih mempertahankan target yang sama seperti tahun sebelumnya.
Pada 2025, Suzuki mengekspor sekitar 60.000 unit mobil dan 30.000 unit sepeda motor dari Indonesia ke berbagai negara.
“Untuk saat ini target ekspor masih berjalan sesuai dengan perencanaan. Bahkan kami berharap bisa lebih tinggi,” kata Donny.
Meski begitu, Suzuki tetap memantau perkembangan geopolitik secara berkelanjutan untuk mengantisipasi potensi dampak terhadap logistik global dan rantai pasok di masa mendatang.

Komentar