MOTORESTO.ID, JAKARTA — Program pengadaan kendaraan untuk Koperasi Merah Putih ternyata sempat melibatkan diskusi dengan Toyota. Namun, pembicaraan tersebut tidak berujung kesepakatan. Hal ini diungkapkan oleh Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, yang menyebut bahwa komunikasi dengan PT Agrinas Pangan Nusantara memang pernah terjadi.
Menurut Ernando, salah satu perbedaan utama yang membuat kesepakatan tidak tercapai adalah terkait spesifikasi kendaraan yang dibutuhkan serta batas harga yang ditetapkan oleh pihak Agrinas.
“Waktu diskusi tidak terjadi kesepakatan. Yang pertama tipe kendaraan yang dibutuhkan. Yang kita lihat di Indonesia banyak pick-up low dan medium, termasuk Toyota Rangga. Yang kedua kami juga mengkomunikasikan bahwa kendaraan untuk kerja itu harus prima, terutama dari sisi ketersediaan spare part dan bengkel,” ujar Jap Ernando Demily.
Toyota dalam diskusi tersebut juga memberikan masukan terkait karakteristik kendaraan niaga yang umum digunakan di Indonesia. Menurut perusahaan, kendaraan pick-up yang digunakan untuk aktivitas operasional harus memiliki jaringan servis luas dan ketersediaan suku cadang yang mudah agar operasional tetap berjalan lancar.

Namun demikian, Ernando menegaskan bahwa Toyota tidak dapat memenuhi dua hal utama yang diharapkan, yaitu spesifikasi kendaraan dan batas harga.
“Yang kita tidak bisa penuhi itu spesifikasi dan harga,” tambahnya.
Agrinas Pilih Impor Kendaraan dari India
Setelah diskusi tersebut tidak mencapai kesepakatan, Agrinas akhirnya memutuskan mengimpor sekitar 105 ribu unit kendaraan dari India, yang terdiri dari pick-up 4×4 dan truk ringan dari Mahindra serta Tata Motors.
Keputusan impor kendaraan dalam jumlah besar ini kemudian memicu berbagai tanggapan dari publik. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kebutuhan spesifikasi pick-up 4×4 untuk operasional koperasi.
Menurut Ernando, kendaraan pick-up 4×4 memiliki pajak yang relatif tinggi, sementara di lapangan kendaraan tersebut sering digunakan sebagai kendaraan kerja.
“Teman-teman tahu pick-up 4×4 pajaknya tinggi, padahal di lapangan mobil ini sering digunakan untuk mobil kerja,” jelasnya.

Dok. Motoresto.id
Pentingnya Jaringan Servis untuk Kendaraan Niaga
Toyota menilai bahwa untuk kendaraan operasional seperti armada koperasi, faktor keandalan kendaraan, jaringan bengkel, serta ketersediaan spare part menjadi aspek yang sangat penting. Hal ini karena kendaraan akan digunakan secara intensif untuk kegiatan distribusi dan logistik.
Meski tidak terlibat dalam pengadaan kendaraan tersebut, Toyota menegaskan bahwa pihaknya tetap memberikan masukan agar kendaraan yang dipilih mampu mendukung kebutuhan operasional di berbagai wilayah Indonesia.

Komentar