MOTORESTO.ID, JAKARTA — Rencana impor 105.000 unit mobil pick up dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menjadi perhatian di tengah perlambatan industri otomotif nasional. Jumlah tersebut mencakup 35.000 unit Mahindra Scorpio Pick Up serta 70.000 kendaraan niaga Tata Motors, terdiri dari Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7, masing-masing 35.000 unit.
Langkah ini disebut sebagai salah satu pesanan ekspor terbesar yang pernah diterima pabrikan India untuk satu negara. Kendaraan tersebut direncanakan untuk mendukung operasional proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), khususnya dalam distribusi hasil pertanian dan logistik pedesaan.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan bahwa keputusan impor didasari pertimbangan harga, spesifikasi, dan kebutuhan kendaraan 4×4. Menurutnya, medan operasional di sejumlah wilayah menuntut performa penggerak empat roda.
“Kenapa kita mendatangkan dari India? Produk-produk yang ada di pasar Indonesia, khususnya 4×4, harganya sangat mahal. Kita perlu 4×4 karena lahannya menantang, misalnya ke sawah-sawah di Jawa,” ujarnya dikutip dari Man of Our Time. .
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menyampaikan bahwa industri otomotif sangat bergantung pada struktur pasar. Ia menilai segmen kendaraan niaga di Indonesia saat ini masih didominasi model 4×2, yang memiliki basis produksi dan rantai pasok kuat di dalam negeri.
“Kita mempunyai kapasitas terpasang 2,59 juta unit, sementara produksi sekitar 1,7 juta. Kalau ini didorong, dampaknya luar biasa, bukan hanya pada pekerjaan, tapi juga investasi industri,” kata Putu dalam sesi media gathering GIICOMVEC 2026 di Jakarta (23/2).
Ia menegaskan, keputusan impor merupakan kewenangan pemerintah dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar, daya saing industri, dan kepentingan konsumen. GAIKINDO mendorong adanya dialog berkelanjutan antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri agar tercapai keseimbangan antara perlindungan industri nasional dan keterbukaan pasar.

Komentar