MOTORESTO.ID, TOKYO – Honda restrukturisasi organisasi 2026 resmi dimulai April mendatang sebagai langkah strategis menghadapi percepatan elektrifikasi dan perubahan teknologi industri otomotif global. Transformasi ini menandai babak baru dalam strategi manajemen Honda Motor Co., Ltd.
Transformasi organisasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika industri otomotif global yang bergerak semakin cepat. Honda menegaskan, perubahan ini bertujuan memperkuat daya saing teknologi sekaligus meningkatkan ketepatan waktu peluncuran produk ke pasar.
Salah satu perubahan paling signifikan adalah integrasi seluruh fungsi riset dan pengembangan (R&D) roda empat ke dalam Honda Institute of Technology Co., Ltd..
Honda Restrukturisasi Organisasi 2026 untuk Perkuat Daya Saing Global
Sebelumnya, sejak 2020 Honda telah memisahkan pengembangan kendaraan mass production dengan riset masa depan agar masing-masing divisi dapat fokus pada perannya. Inisiatif tersebut terbukti meningkatkan kontribusi bisnis serta memperkuat daya saing teknologi.
Namun, dengan percepatan tren elektrifikasi dan software-defined vehicle (SDV), pendekatan yang lebih terintegrasi dinilai lebih efektif. Melalui integrasi ini, Honda akan menyatukan proses mulai dari pemilihan tema teknologi, pengembangan, hingga pengenalan produk ke pasar.
Struktur baru tersebut diharapkan menciptakan organisasi R&D yang lebih lincah, responsif, dan mampu menghadirkan produk kompetitif secara tepat waktu.
“Untuk mencapai tujuan ini, Honda akan melakukan perubahan pada struktur organisasi Automobile Development Operations dan Automobile Operations,” bunyi pernyataan resmi perusahaan, Kamis (19/2/2026).
Kebijakan Honda restrukturisasi organisasi 2026 juga bertujuan meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan di level global.
Restrukturisasi Bisnis Mobil Demi Profitabilitas
Tak hanya di lini pengembangan, Honda juga melakukan penataan ulang organisasi bisnis roda empat. Four-wheel Business Strategy Control Department dan Sales Control Department direorganisasi menjadi:
- Business Strategy Control Department
- Regional Business Control Department
Langkah ini bertujuan memperkuat perencanaan strategis, pengendalian bisnis regional, serta meningkatkan efektivitas penjualan.
Sementara itu, SDV Business Development Control Department akan dibubarkan secara bertahap. Fungsinya akan dialihkan ke divisi lain guna menciptakan struktur yang lebih efisien dan selaras dengan kebutuhan pasar.
Dengan skema baru ini, Honda menargetkan peningkatan profitabilitas sekaligus fleksibilitas dalam merespons permintaan konsumen di berbagai wilayah.
Elektrifikasi Motor dan Power Products Ikut Ditata
Transformasi juga menyentuh bisnis sepeda motor dan power products. Seiring strategi elektrifikasi yang kini memasuki tahap implementasi, Honda akan mengintegrasikan fungsi penjualan, strategi bisnis, serta pengembangan antara kendaraan listrik dan mesin pembakaran internal (ICE).
Pendekatan terpadu ini diharapkan mampu:
- Mengoptimalkan alokasi sumber daya
- Mendukung target karbon netral Honda
- Mempercepat transisi ke kendaraan listrik
- Menghadirkan produk yang lebih kompetitif
Komitmen Honda di Era Elektrifikasi dan AI
Melalui transformasi organisasi ini, Honda menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan mempercepat elektrifikasi di seluruh lini bisnis.
Restrukturisasi ini bukan sekadar perubahan struktur internal, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan nilai baru bagi pelanggan dan pemangku kepentingan.
Dengan pendekatan yang lebih terintegrasi antara R&D, strategi bisnis, dan implementasi pasar, Honda ingin memastikan posisinya tetap relevan serta menjadi perusahaan yang diharapkan keberadaannya di era elektrifikasi dan kecerdasan buatan.

Komentar