Beranda » Toyota Kembali Kuasai Pasar November 2025, Disusul Daihatsu BYD

Toyota Kembali Kuasai Pasar November 2025, Disusul Daihatsu BYD

Dok. Motoresto.id
Dok. motoresto.id/

motoresto.id/, JAKARTA — Berdasarkan data wholesales dari Gaikindo per November 2025, tujuh merek mobil berhasil menorehkan penjualan tertinggi nasional. Dominasi terus dipegang oleh pemain mapan, tetapi kemunculan merek berbasis elektrifikasi mulai menunjukkan taji.

Berdasarkan data wholesales dari Gaikindo per November 2025, tujuh merek mobil berhasil menorehkan penjualan tertinggi nasional. Dominasi terus dipegang oleh pemain mapan, tetapi kemunculan merek berbasis elektrifikasi mulai menunjukkan taji.

Di puncak daftar, Toyota berhasil meraih total 21.642 unit, menegaskan dominasinya sebagai merek paling populer di Indonesia. Konsistensi reputasi, jaringan layanan, dan portofolio model yang luas membuat Toyota tetap favorit.

Dok. Motoresto.id
Dok. motoresto.id/

Di posisi kedua, Daihatsu membukukan 11.684 unit, angka yang menunjukkan ketangguhan merek Jepang ini, terutama di segmen kendaraan komersial dan LCGC (low-cost green car).

BYD, merek yang kian dikenal lewat mobil listrik menempati posisi ketiga dengan 9.481 unit. Ini menjadi sinyal bahwa konsumen Indonesia mulai terbuka terhadap alternatif kendaraan elektrifikasi.

JAECOO J7 SHS P Tunjukkan Efektivitas Mode EV di Jalanan Jakarta

Mitsubishi Motors berada di peringkat empat dengan 7.402 unit, diikuti oleh Suzuki di posisi kelima dengan 6.102 unit menunjukkan bahwa merek-merek ini masih mampu mempertahankan peminat setia.

Honda meraih 3.031 unit, menandakan bahwa meski tak masuk lima besar, Honda tetap memiliki ceruk pasar yang loyal.

Terakhir, Isuzu berhasil mengamankan tempat di urutan ketujuh dengan 2.556 unit, terutama dari kendaraan niaga ringan.

Grafik penjualan menunjukkan bahwa merek-merek besar dan mapan masih sangat kuat posisinya berkat reputasi, jaringan after-sales, serta kepercayaan konsumen. Namun, keberhasilan BYD menembus posisi tiga besar menandakan pergeseran selera: konsumen mulai mempertimbangkan efisiensi energi, biaya operasional, dan keberlanjutan.

Porsche: Kami Salah Tentang Macan