Berbagi Kenangan Indah Sang Legenda yang Telah Pergi
MOTORESTO.ID,JAKARTA–Nama Ardhi Marohan tentunya bukan nama yang asing dikalangan wartawan pecinta otomotif sejati maupun pimpinan agen pemegang merek (APM) di Tanah Air. Kiprahnya di dunia otomotif sejak era 90an di Majalah Mobil&Motor telah menorehkan kisah panjang sebagai bagian dari kontribusi jurnalistiknya yang mengiringi perkembangan otomotif nasional.
Pada Sabtu 6 Desember, diiringi hujan deras dengan perasaan gelisah, penulis memaksakan diri mengunjungi bang Mamir yang telah terbarung lemah di RS Fatmawati. Wajahnya masih segar, bergairah meski suaranya sudah tidak terdengar jelas lagi. Hanya doa dan istighfar yang bisa dipanjatkan malam itu dengan harapan agar kondisi membaik.
Namun, pada Minggu 7 Desember 2025 kabar duka datang. Ardhi menuntaskan tugasnya sebagai seorang jurnalis otomotif yang telah menjadi darah dagingnya. Tidak ada lagi riding bareng, touring bareng, naik gunung bareng, tidak ada lagi suara canda tawanya dengan celetukan…mampirr yang menjadi ciri khasnya.

Kami para bikers jurnalis otomotif di Forum Wartawan Otomotif (FORWOT) Indonesia berkabung. Di penghujung akhir tahun 2025 kami berkumpul di sebuah tempat peristirahatan di Pelabuhan Ratu, Banten. Kami yang merasa kehilangan mencoba untuk berbagi kisah inspiratif ataupun kenangan indah bersamanya.
Satu persatu dari kami berbagi kisah dari sosok ramah yang identik dengan pakaian kaos oblong warna putih dengan celana jins belelnya itu. Sosok yang selalu menunggangi Honda Supra Fit yang setia mendampinginya kemanapun pergi itu kini telah mendahului kita semua karena Allah SWT lebih sayang kepadanya.
Kini yang tersisa hanya kenangan indah dari pria berambut sebahu yang biasa bicara ceplas ceplos dengan gaya Betawinya itu. Kisan inspiratifnya patut direnungi dan dilanjutkan sesama bikers jurnalis otomotif. Semoga bang Mampir, sapaan arabnya Husnul Chotimah, berbahagia menikmati amal ibadahnya di Jannah yang kekal seperti dijanjikan Allah SWT…Ammiin.
dok foto-foto: Motoresto.id, Panitia tribute to Bang Mampir

Komentar