MOTORESTO.ID, BEIJING– Permintaan global yang meningkat akan kendaraan listrik yang ramah lingkungan telah mendorong pesatnya ekspor mobil listrik China ke sejumlah negara. Tak mengherankan bila ekspor kendaraan listrik negeri Tirai Bambu tersebut mencapai 87 persen, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.
Namun, dibalik ekspor yang meroket tajam, tentunya ada kekhawatiran akan masa depan bisnis otmotif China. Meningkatnya ekspor produk China ke mancanegara tidak terlepas dari dukungan kuat pemerintah China.
Pada Januari, pemerintah China diperkirakan akan menentukan apakah subsidi tukar tambah kendaraan listrik sebesar 20.000 yuan (sekitar 2.900 dolar AS) akan diperpanjang atau tidak. Pembebasan pajak pembelian sebesar 10 persen berakhir pada akhir tahun 2025. Tarif yang lebih rendah, yaitu 5 persen, akan berlaku mulai Januari dan tetap berlaku hingga pengembalian pajak penuh pada tahun 2028.
Selain dari perubahan kebijakan pemerintah, tingkat persaingan ketat sesama produsen di dalam negeri membuat harga menjadi kurang kompetitif.
Harian South China Morning Post (SCMP), sebuah surat kabar berbahasa Inggris yang berbasis di Hong Kong seperti dikutip Carscoops, menyebutkan sekitar 50 produsen kendaraan listrik (EV) di China yang rugi diperkirakan terpaksa mengurangi ukuran perusahaan atau menutup usahanya pada tahun 2026.
“Bagi sebagian besar perakit EV yang tidak menguntungkan, kinerja tahun depan akan sangat penting,” kata Qian Kang, salah seorang pengusaha industri otomotif.
Di sisi lain meski perang harga di antara pabrikan otomotif China terus berlangsung hingga membuat harga mobil menjadi terjangkau, namun persaingan itu telah memangkas keuntungan perusahaan. Hal ini berdampak pada terbatasnya penelitian dan pengembangan portfolio produk baru. Karena itu sedikit sekali pabrikan yang berhasil meraioh keuntungan besar dari persaingan tersebut.
Riset dari AlixPartners menunjukkan hanya sekitar 10 persen merek EV China yang akan menguntungkan dalam beberapa tahun mendatang. Pemain besar yang menguntungkan seperti BYD , Seres, dan Li Auto barangkali adalah pengecualian langka. Mereka diperkirakan akan mengintensifkan upaya di luar negeri guna mencari peluang pertumbuhan baru.

Komentar