Pabrikan Jok Aftermarket Recaro Bangkrut, Kenapa?

MOTORESTO.ID, JAKARTA -- Pabrikan aftermarket jok mobil ternama, Recaro, baru-baru ini mengalami kebangkrutan. Merek ini dikenal luas karena produksi jok sport berkualitas tinggi yang sering digunakan pada mobil balap maupun mobil jalan raya berperforma tinggi.
Dikutip dari Carscoop, Divisi otomotif Recaro, yang dipisahkan dari Grup Recaro lainnya beberapa tahun yang lalu, berada di bawah kendali firma investasi Raven Acquisitions sejak 2020. Namun, divisi lain seperti pembuatan kursi kereta, pesawat, dan permainan tidak terpengaruh oleh kebangkrutan ini.
Sayangnya, kebangkrutan ini berdampak besar pada 215 pekerja di divisi otomotif, yang diwakili oleh serikat pekerja IG Metall Jerman. Serikat ini mengungkapkan kekecewaan terhadap manajemen Recaro yang dinilai kurang transparan terkait kondisi keuangan perusahaan.
Produsen mobil seperti BMW dan Ford yang mengandalkan jok Recaro untuk model mobil berperforma tinggi mereka, juga terkejut dengan berita kebangkrutan ini. Tidak adanya pemasok alternatif yang setara dengan Recaro membuat para produsen ini khawatir akan terganggunya produksi dan kualitas mobil mereka.
Recaro didirikan pada tahun 1906 oleh Wilhelm Reutter di Stuttgart, Jerman, awalnya sebagai pembuat bodi dan interior mobil dengan nama Reutter Karosserie. Perusahaan ini kemudian menjadi pemasok untuk Porsche.
Pada tahun 1963, divisi bodi diambil alih oleh Porsche, sementara divisi interior berubah nama menjadi Recaro, singkatan dari Reutter Carosserie. Recaro kemudian fokus pada pembuatan jok mobil sport berkualitas tinggi. Pada tahun 1970-an, Recaro juga mulai memproduksi jok pesawat. Merek ini menjadi ikon di dunia otomotif, dikenal dengan jok ergonomis dan inovatif untuk mobil performa tinggi dan balap.