MOTORESTO.ID, JAKARTA — Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 mencatat hasil positif dengan total transaksi mencapai Rp9,5 triliun. Angka ini menunjukkan optimisme pasar otomotif nasional di tengah kondisi industri yang masih menantang.
Rudi MF, Project Manager IIMS 2026, mengatakan bahwa pameran tersebut berhasil mendorong kepercayaan pengunjung untuk melakukan transaksi kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor.
“Mobil combustion naik 15%, EV naik sampai 30% dibanding tahun lalu,” ujar Rudi.
Penjualan ICE dan EV Sama-Sama Tumbuh

Meski pihak penyelenggara tidak merilis angka pasti SPK (Surat Pemesanan Kendaraan), tren transaksi menunjukkan peningkatan pada hampir seluruh segmen kendaraan.
Kendaraan bermesin internal combustion engine (ICE) tercatat mengalami kenaikan sekitar 15 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, kendaraan electric vehicle (EV) justru mencatat pertumbuhan lebih tinggi hingga 30 persen.
Lonjakan ini menunjukkan bahwa minat konsumen terhadap kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat.
EV Kini Kuasai Lebih dari 40% Transaksi Mobil

Dari total transaksi Rp9,5 triliun selama pameran, lebih dari 90 persen berasal dari sektor mobil. Hal menarik lainnya adalah komposisi kendaraan elektrifikasi yang semakin besar.
Menurut Rudi, EV dan plug-in hybrid kini menyumbang lebih dari 40 persen transaksi mobil di IIMS 2026. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang masih berada di kisaran 36 persen.
“Dari Rp9,5 triliun, lebih dari 90 persen itu mobil. Komposisi EV dan plug-in hybrid sudah di atas 40 persen,” jelasnya.
Promo dan Produk Baru Jadi Pendorong Minat EV
Peningkatan minat kendaraan listrik terjadi meski beberapa insentif pemerintah mulai berkurang. Berdasarkan survei preferensi pembeli yang dilakukan penyelenggara, terdapat beberapa faktor yang mendorong kenaikan tersebut.
Salah satunya adalah semakin banyaknya pilihan model EV yang ditawarkan oleh berbagai merek otomotif. Selain itu, program promosi yang agresif juga menjadi daya tarik bagi calon konsumen.
“Produk yang ditawarkan banyak, brand EV dominan, promo signifikan. Potongan harga bahkan ada yang sampai Rp50 juta sampai Rp70 juta,” kata Rudi.
Faktor lain yang turut mendorong adopsi kendaraan listrik adalah perkembangan infrastruktur pengisian daya, terutama di kota-kota besar.
“Kota besar dengan infrastruktur memadai lebih percaya diri membeli EV,” tambahnya.

Komentar