lawan arah
Beranda » Masih Suka Nekat Berkendara Lawan Arah, Begini Risikonya

Masih Suka Nekat Berkendara Lawan Arah, Begini Risikonya

MOTORESTO.ID,JAKARTA–Pepatah mengatakan ‘Jalan Pintas Sering Terlihat Cepat, Tapi Tak Selalu Membawa Selamat.’ Pepatah tersebut seri kali dilakukan pengendara untuk memangkas waktu perjalanan. Apalagi saat melintas di kepadatan lalu lintas kota, pepatah tersebut menjadi startegi pamungkas.

Namun, jalan pintas di perkotaan tidak hanya ‘blusukan’ melalui jalan perumahan warga, melainkan nekad melawan arus lalu lintas yang umumnya dilakukan pengendara roda dua. Aksi berkendara lawan arah ini tidak bisa diantisipasi pengguna jalan lain hingga memicu terjadinya resiko kecelakaan.

“Banyak pengendara merasa melawan arah adalah solusi cepat, padahal risikonya sangat besar. Keselamatan tidak bisa ditawar hanya demi menghemat waktu beberapa menit,” kata Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani.

Nekat lawan arah akan memicu sederet risiko. Seperti tabrakan frontal yang sangat tinggi, karena kendaraan datang dari arah yang tidak semestinya dan sulit diantisipasi. Cedera berat hingga fatal, terutama bagi pengendara sepeda motor yang minim perlindungan saat terjadi benturan.

Kecelakaan beruntun, akibat pengendara lain melakukan pengereman mendadak atau manuver spontan untuk menghindar. Kerugian materi, mulai dari biaya perbaikan kendaraan, pengobatan, hingga kehilangan produktivitas. Dampak psikologis dan sosial, baik bagi korban, keluarga, maupun pengguna jalan lain yang terlibat atau menyaksikan kejadian tersebut.

GAC Makin Serius Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia

Sebagian pengendara masih menganggap tindakan melawan arah hal yang lumrah, terutama saat jalan terlihat lengang atau jarak tujuan terasa dekat. Padahal, risiko kecelakaan bisa muncul dalam hitungan detik saja. Karena itu, pemahaman mengenai dampak nyata dari lawan arah perlu terus disuarakan sebagai bagian dari edukasi keselamatan berkendara #Cari_aman.

Berikut lima tips agar tidak melakukan aksi lawan arah di perjalanan:

  1. Rencanakan perjalanan dengan waktu yang cukup, sehingga tidak terburu-buru dan tergoda melanggar aturan.
  2. Patuhi aturan dan rambu lalu lintas, dan biasakan tertib berkendara karena semuanya dibuat demi keselamatan bersama.
  3. Jaga kesabaran dan kendalikan emosi, terutama saat menghadapi kemacetan atau jalan memutar.
  4. Gunakan perlengkapan berkendara sesuai standar, untuk meminimalkan risiko cedera.
  5. Hormati sesama pengguna jalan, dengan tidak memaksakan kehendak dan selalu memberi ruang bagi orang lain.

Dari berbagai kejadian, kita bisa lihat bahwa lawan arah sering berujung pada kecelakaan fatal. Ketika satu orang melanggar, dampaknya bisa merugikan banyak pihak. “Jangan jadikan lawan arah itu alasan untuk bisa memangkas jarak dan waktu,” kata Agus Sani.

dok foto: Wahana

JAECOO J7 SHS P Tunjukkan Efektivitas Mode EV di Jalanan Jakarta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *