Transportasi
Beranda » Kiat Menekan Angka Human Error Dalam Bisnis Transportasi Niaga

Kiat Menekan Angka Human Error Dalam Bisnis Transportasi Niaga

bus

MOTORESTO.ID,JAKARTA — Pelaksanaan safety campaign atau kampanye keselamatan secara berkelanjutan merupakan bagian dari misi perusahaan bus untuk menciptakan transportasi yang aman. Khususnya untuk perpindahan orang, sekaligus berkontribusi untuk aktif mencegah kecelakaan melalui kolaborasi dengan seluruh stakeholder.

Hal itu tidak terlepas dari besarnya peran manusia (human error) dalam menyumbang angka kecelakaan di Indonesia. “Berdasarkan hasil investigasi KNKT, human factor masih menjadi penyebab utama kecelakaan,” kata Ahmad Wildan, Senior Investigator KNKT.

Selain itu faktor lain adalah kondisi kendaraan dan sistem operasional juga berpengaruh. Karena itu diperlukan upaya peningkatan kompetensi driver serta manajemen perawatan kendaraan menjadi kunci penting dalam meningkatkan keselamatan.

Peningkatan kompetensi pengemudi juga telah dilakukan PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI). Pelaksanaan safety campaign secara berkelanjutan merupakan bagian dari misi perusahaan untuk menciptakan transportasi yang aman, khususnya untuk perpindahan orang, sekaligus berkontribusi untuk aktif mencegah kecelakaan melalui kolaborasi dengan seluruh stakeholder.

“Pengemudi kendaraan niaga memiliki tanggung jawab besar. Pelatihan yang berkelanjutan akan meningkatkan kompetensi, kesadaran keselamatan, serta efisiensi berkendara,” kata Pieter Andre, Training Division Head HMSI disela diskusi keselamatan berkendara di GIICOMVEC 2026 yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta dari 8 -11 April 2026.

Mitsubishi Fuso Bahas Tantangan Logistik Darat Indonesia, SDM Jadi Kunci Efisiensi

Seluruh narasumber sepakat kolaborasi antara ATPM, regulator dan operator menjadi kunci dalam meningkatkan kompetensi pengemudi, kualitas perawatan kendaraan, serta membangun budaya keselamatan transportasi di Indonesia. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan moda transportasi yang lebih aman, laik jalan, dan memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.

“Kami memastikan rekrutmen driver yang selektif, pelatihan berkala, serta penerapan sistem manajemen perawatan kendaraan yang disiplin sesuai standar ATPM,” kata Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PO Primajasa, Bayu Permana.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *