Beranda » 1,5 Juta Kendaraan Meninggalkan Jabodetabek Saat Libur Natal 2025

1,5 Juta Kendaraan Meninggalkan Jabodetabek Saat Libur Natal 2025

Libur Natal 2025 mencatat lonjakan kendaraan yang keluar dari wilayah Jabodetabek. PT Jasa Marga mencatat sebanyak 1.556.310 kendaraan meninggalkan Jabodetabek selama periode H-7 hingga H+1 libur Natal 2025. Jumlah tersebut meningkat 16,21 persen dibandingkan kondisi arus lalu lintas normal.

Distribusi kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek menunjukkan mayoritas bergerak ke arah Timur dan Bandung melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama.

  • Menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama tercatat 391.177 kendaraan, naik 45,96 persen dari normal.
  • Menuju Bandung melalui GT Kalihurip Utama sebanyak 357.543 kendaraan, naik 25,58 persen.
    Jumlah total ke arah Trans Jawa dan Bandung mencapai 748.720 kendaraan, naik 35,46 persen dari lalu lintas normal.

Selain itu, arah Barat ke Merak melalui GT Cikupa tercatat 446.404 kendaraan, sementara arah Selatan menuju Puncak melalui GT Ciawi mencapai 361.186 kendaraan.

Menanggapi lonjakan kendaraan tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

“Dalam rangka menghadapi arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2026, Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyiapkan lima rencana aksi,” ujar Kepala Satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Dhanar Dhono Vernandie, di Jakarta, Senin, dikutip dari Antara.

GAC Makin Serius Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia

PT Jasa Marga juga memprediksi volume kendaraan yang kembali menuju wilayah Jabodetabek mulai meningkat pada Minggu (28/12). Proyeksi arus balik itu diperkirakan mencapai sekitar 191.975 kendaraan pada periode H+3 Natal, meningkat 7,16 persen dibanding situasi normal.

Sebagai upaya mengurai kepadatan, PT Jasamarga Transjawa Tol memperpanjang rekayasa lalu lintas contraflow di ruas Tol Jakarta–Cikampek dari KM 55 sampai KM 65 arah Cikampek. Kebijakan ini berlaku setelah sebelumnya diterapkan dari KM 47 sampai KM 65 sejak pagi.

VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa perpanjangan rekayasa contraflow di Jalan Tol Jakarta–Cikampek diterapkan berdasarkan diskresi pihak kepolisian untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

Menurutnya, pada pukul 14.51 WIB petugas memberlakukan contraflow dari KM 55 hingga KM 65 arah Cikampek. Sebelumnya, mulai pukul 08.54 WIB, contraflow telah diterapkan dari KM 47 sampai KM 65 pada jalur yang sama.

“Rekayasa lalu lintas ini dilakukan karena volume kendaraan menuju Cikampek sejak pagi hingga siang terpantau meningkat signifikan dan sempat tersendat di sejumlah titik menjelang rest area,” ujar Ria dalam keterangannya yang dikutip dari RRI.co.id, Kamis (25/12).

JAECOO J7 SHS P Tunjukkan Efektivitas Mode EV di Jalanan Jakarta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *