Mobil
Beranda » Inovasi Kerap Ditiru, Bos BYD: Kalau Tidak Berinovasi, Tidak Akan Ada yang Bisa Ditiru

Inovasi Kerap Ditiru, Bos BYD: Kalau Tidak Berinovasi, Tidak Akan Ada yang Bisa Ditiru

byd

MOTORESTO.ID, JAKARTA — Industri otomotif global, khususnya di China, kini berada dalam fase persaingan teknologi paling agresif sepanjang sejarahnya. Di tengah kompetisi tersebut, BYD muncul sebagai salah satu motor penggerak inovasi kendaraan listrik dan hybrid, meskipun harus berhadapan dengan kenyataan bahwa banyak terobosan teknologinya kerap diikuti, bahkan ditiru, oleh para pesaing.

Dalam wawancara dengan media ekonomi Tiongkok Dongfang Caijing, yang dikutip oleh CarNewsChina, General Manager Brand and Public Relations BYD Group, Li Yunfei, membagikan pandangan perusahaan terkait inovasi, imitasi, dan strategi pengembangan teknologi jangka panjang.

Menurut Li, praktik saling meniru dalam industri otomotif bukanlah fenomena baru. Bahkan, BYD sendiri pernah berada di posisi di mana jalur teknologi yang mereka ambil diragukan oleh kompetitor. Namun seiring waktu, pendekatan tersebut justru dipelajari dan diadopsi oleh pemain lain.

Situasi ini sempat memicu diskusi internal di BYD mengenai relevansi inovasi berkelanjutan. Namun kesimpulan perusahaan tetap tegas.

Inovasi sebagai Proses Jangka Panjang

Li mencontohkan teknologi megawatt fast charging yang diperkenalkan BYD pada paruh pertama 2025. Ia menilai bahwa dalam industri otomotif, kepemimpinan teknologi bersifat dinamis. Produsen yang lebih dulu menetapkan indikator teknis baru umumnya akan dikejar oleh kompetitor dalam rentang satu hingga tiga tahun.

Kia Perkuat Peran Global di FIFA World Cup 2026 lewat Kampanye “Inspiration Connects Us All”

Selain itu, BYD disebut telah mengambil posisi awal dalam sejumlah teknologi krusial, mulai dari baterai lithium iron phosphate (LFP), sistem plug-in hybrid DM, hingga motor sinkron magnet permanen. Semua keputusan tersebut, menurut Li, lahir dari riset fundamental jangka panjang, bukan reaksi instan terhadap tren pasar.

Li juga menyoroti peran langsung pendiri sekaligus Chairman BYD, Wang Chuanfu, dalam proses riset dan pengembangan. Wang disebut aktif terlibat dalam diskusi teknis dan strategis dari pagi hingga malam.

Pendekatan first-principles yang digunakan Wang kerap melibatkan konsep fisika dan kimia, seperti reaksi elektrokimia dan mekanisme baterai. Metode ini bahkan diterapkan dalam perencanaan praktis, termasuk evaluasi kapasitas jaringan listrik untuk pengembangan infrastruktur pengisian cepat.

Bukti Lewat Paten dan Riset

Komitmen BYD terhadap riset fundamental tercermin dari pengungkapan empat paten baru pada Desember 2025 oleh Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional Tiongkok. Paten tersebut berkaitan dengan motor sinkron magnet permanen fluks variabel, yang memungkinkan penyesuaian fluks magnetik secara dinamis guna meningkatkan efisiensi di berbagai kondisi operasi.

Li menegaskan bahwa BYD tidak memandang imitasi sebagai ancaman utama, melainkan konsekuensi alami dari persaingan terbuka. Bagi BYD, inovasi justru diposisikan sebagai kontribusi terhadap kemajuan industri otomotif secara keseluruhan.

VW Perkenalkan ID. Buzz BOZZ Edition, Tawarkan Kenyamanan dan Gaya Hidup Modern

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *