Motorsport
Beranda » Ferrari Uji Rear Wing Aktif Berputar 180 Derajat di F1 2026

Ferrari Uji Rear Wing Aktif Berputar 180 Derajat di F1 2026

Ferrari
Ferrari

MOTORESTO.ID, JAKARTA — Ferrari kembali mencuri perhatian dalam sesi pre-season testing Formula 1 2026. Tim asal Maranello tersebut kedapatan menguji rear wing aktif berputar 180 derajat, sebuah konsep aerodinamika yang tergolong radikal dan belum pernah diterapkan secara luas di era aero aktif modern.

Inovasi ini pertama kali terungkap saat Lewis Hamilton melahap beberapa putaran pagi. Secara kasat mata, sayap belakang Ferrari tampak seperti sistem active aero konvensional. Namun, saat mobil beralih dari mode lurus (straight mode) ke mode tikungan di Turn 1, terlihat jelas bahwa flap atas sayap belakang tidak sekadar membuka celah seperti DRS biasa.

Flap Diputar 180 Derajat

Dok. Tangkapan Layar Formula 1

Alih-alih hanya membuka slot di tengah seperti sistem konvensional, flap atas sayap belakang Ferrari terbuka dengan cara diputar balik ke belakang sejauh 180 derajat. Artinya, bagian atas flap menjadi menghadap ke bawah, sementara bagian bawahnya menghadap ke atas—secara efektif membuat elemen tersebut “terbalik”.

Konsep ini berbeda dengan aero aktif konvensional yang hanya menciptakan celah untuk mengurangi hambatan udara (drag). Pada desain Ferrari, ketika flap berputar, bentuknya menyerupai profil sayap pesawat terbang. Tujuannya adalah menghasilkan efek lift sekaligus membuang drag semaksimal mungkin saat mobil melaju di lintasan lurus.

Strategi Aerodinamika yang Lebih Agresif

Secara teori, desain ini memungkinkan Ferrari menciptakan kondisi stall yang lebih agresif pada bagian belakang mobil dan diffuser—komponen yang juga tengah mendapat pembaruan. Efek stall tersebut membantu mengurangi hambatan udara secara drastis, meningkatkan efisiensi kecepatan puncak.

Toyota Siapkan Versi Tiga Baris Urban Cruiser Hyryder Hybrid

Beberapa klaim internal menyebut sistem ini berpotensi memberikan tambahan 7–10 km/jam top speed di lintasan lurus. Angka yang signifikan, terutama di sirkuit dengan karakter high-speed seperti Monza atau Jeddah.

Namun, inovasi ini belum tanpa kompromi.

Masih Tahap Uji Coba

Untuk saat ini, trik “spinning” aero aktif Ferrari masih bersifat sementara dan dalam tahap evaluasi. Ada konsekuensi performa yang perlu diperhitungkan.

Kekurangannya, proses bukaan flap yang berputar tersebut disebut dapat membuat mobil kehilangan sekitar 0,1 detik saat akselerasi, akibat transisi mekanis dari posisi tertutup ke terbuka. Dalam dunia F1 yang margin waktunya sangat tipis, angka tersebut tentu tidak bisa dianggap remeh.

Selain itu, Hamilton hanya menyelesaikan lima lap pada sesi pagi, dengan satu jam waktu tersisa, sebelum Ferrari melaporkan adanya “issue” pada mobilnya—tidak lama setelah sistem sayap tersebut terpantau bekerja.

Raffi Ahmad Dapat Hadiah Honda HR-V Gen 1 dari Gading Marten

Sulit Ditiru Rival?

Menariknya, pendekatan ini dinilai sulit ditiru tim lain karena berkaitan erat dengan desain diffuser dan manajemen airflow keseluruhan mobil. Integrasi aerodinamika semacam ini biasanya membutuhkan filosofi desain sejak awal musim, bukan sekadar pembaruan kecil.

Jika terbukti efektif dan lolos regulasi teknis FIA, bukan tidak mungkin Ferrari kembali menjadi pionir dalam evolusi aero aktif modern.

Untuk saat ini, dunia F1 masih menunggu apakah rear wing aktif berputar 180 derajat ini akan menjadi senjata utama Ferrari musim 2026 atau sekadar eksperimen teknis yang tak berlanjut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *