Komunitas
Beranda » Ducati Official Club Indonesia Bangun Ruang Kelas dan Salurkan Bantuan ke Pesantren di Sukabumi!

Ducati Official Club Indonesia Bangun Ruang Kelas dan Salurkan Bantuan ke Pesantren di Sukabumi!

Melalui kegiatan sosial Ramadan 2026, DOCI menghadirkan fasilitas pendidikan dan bantuan sembako bagi masyarakat di daerah Cikakak.

Foto Bersama Anggota DOCI dengan Para Santri dan Pengurus Pesantren Daarut Toha (Doc. DOCI).

MOTORESTO.ID, JAKARTA – Ducati Official Club Indonesia (DOCI) menunjukkan kontribusi sosialnya melalui pembangunan ruang kelas dan renovasi fasilitas di Pontok Pesantren Daarut Toha, Desa Gandasoli, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.

Komunitas pecinta Ducati ini memulai inisiatif tersebut pada Sabtu, 4 April 2026, melalui perjalanan rombongan yang menembus medan perbukitan berjarak sekitar 80 kilometer dari pusat kota Sukabumi. Kondisi jalan yang rusak dan terpencil menjadi tantangan tersendiri, namun para anggota DOCI berkomitmen untuk hadir.

Pondok pesantren Daarut Toha menjadi tempat bagi puluhan santri dari berbagai desa di sekitarnya. Pimpinan pondok, Kyai Jajang Badru Jaman, menyampaikan bahwa awal mula pesantren ini dari kandang ayam milik keluarga.

Dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana, pesantren ini terus berupaya menjadi ruang pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama anak usia dini dan remaja yang memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan.

JAECOO LAND 2026 Hadir di Jakarta, Gabungkan Otomotif, Lifestyle, dan Komunitas Urban

(Kiri) Stephanus Wibowo, Kyai Jajang Badru Jaman (Kanan) (Doc. DOCI).

Dalam kegiatan ini, DOCI menyumbangkan berbagai material bangunan untuk pembangunan ruang kelas, selasar, dan fasilitas sanitasi. Material tersebut berupa bahan atap, dinding, termasuk biaya konstruksi.

Tak hanya itu, DOCI juga menyumbang hampir 1 ton sembako dan makanan bagi masyarakat sekitar. Stephanus Wibowo selaku Presiden DOCI bersama jajaran pengurus dan anggota telah mengumpulkan donasi selama bulan Ramadan 2026 untuk melaksanakan kontribusinya.

“Meski sederhana dan seadanya, kami berupaya memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, terutama yang kurang mampu,” ujar Stephanus Wibowo.

Ia juga menambahkan bahwa semua biaya operasional di pesantren berjalan secara mandiri. Artinya, tanpa memungut biaya, termasuk dalam pemenuhan tenaga pengajar, sehingga bantuan dari DOCI menjadi yang pertama dan sangat berarti bagi masyarakat.

Inisiatif ini mencerminkan komitmen DOCI untuk terus menghadirkan dampak sosial positif dan berkontribusi nyata bagi masyarakat luas.

JAECOO J5 EV Jadi Mobil Listrik Terlaris Maret 2026, Distribusi Dikebut ke 13.000 Unit

Medan yang Harus Anggota Komunitas Lewati (Doc. DOCI).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *