
motoresto.id/, BANDUNG — Industri otomotif nasional kembali kedatangan kabar segar dari BAIC Indonesia. Pabrikan asal Tiongkok ini memastikan akan membawa sejumlah model baru berbasis teknologi elektrifikasi, termasuk kendaraan Range Extended Electric Vehicle (REV) yang kini menjadi fokus pengembangan global. Hal ini disampaikan langsung oleh Dhani Yahya, COO BAIC Indonesia, saat media drive BJ30 di Bandung.
Menurut Dhani, BAIC telah menyiapkan beberapa model untuk pasar Indonesia dalam waktu dekat. Salah satunya adalah BAIC BJ40 Pro, SUV ladder frame bergaya off-road yang akan hadir dalam konfigurasi Range Extended Electric Vehicle. Sebuah teknologi yang menggabungkan motor listrik sebagai penggerak utama dengan mesin bensin kecil yang berfungsi sebagai generator.
“Ya jadi kita ada beberapa model yang akan kita masukkan. Nah, salah satunya adalah BJ40 Pro. Jadi dari PHEV malah ke Range Extended,” ujar Dhani.
Ia menjelaskan bahwa BAIC telah mengembangkan lini elektrifikasi secara bertahap mulai dari hybrid, PHEV, REV, hingga BEV. BJ40 Pro nantinya akan masuk ke kategori REV yang diklaim menawarkan efisiensi lebih baik tanpa kompromi terhadap kemampuan off-road yang menjadi identitas merek.
“Range Extended Electric Vehicles ataupun ini Plug Hybrid sebenarnya, kita BJ40 Pro yang akan kita datangkan,” tambahnya.
Tidak hanya BJ40 Pro, BAIC juga menyiapkan model yang tak kalah menarik. BJ80, versi elektrifikasi dari SUV berdesain mirip G-Class, BJ80. Model ini dijadwalkan hadir pada Desember 2026, dan Dhani menyebut bahwa ada peluang peluncuran versi setir kanan dan setir kiri secara bersamaan.
“Satu yang menarik lagi, yang basisnya seperti G-Class yaitu BJ80, akan ada versi REV-nya. Itu BJ81 di Desember 2026. Nah mudah-mudahan ini setir kiri dan setir kanannya bisa bersamaan jadi kita bisa luncurkan juga ke Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, BAIC Indonesia telah berkomunikasi dengan tim strategi produk BAIC International terkait kesiapan model-model tersebut. Dhani mengisyaratkan bahwa model setir kanan dapat mulai masuk Indonesia tahun depan.
“Paling tidak kemarin komunikasi dengan product strategy director dari BAIC International bahwa tahun depan mungkin setir kanan kita bisa masukkan dua,” pungkasnya.
