MOTORESTO.ID, LONDON– Inggris telah menjelma menjadi pasar bagi produk mobil listrik China. Pada bulan September, hampir seperempat dari semua mobil baru yang terjual di Inggris berasal dari China. Mobil terlaris di negara itu adalah Jaecoo 7 dengan penjualan luar biasa sebanyak 10.812 unit bulan lalu, bahkan melampaui penjualan Tesla Model 3.
Jaecoo 7 dijual di Inggris dengan mesin bensin turbo 1,6 liter dan hibrida plug-in 1,5 liter. September adalah bulan kedua tahun ini di mana mobil ini menjadi best-seller di Inggris. Namun, dibalik keberhasilan produk China menembus pasar Inggris, tampaknya membuat para pejabat di negara tersebut mulai bersiap mengenakan tarif terhadap mobil listrik China.
Media Sunday Times melaporkan Menteri Perdagangan Inggris, Jonathan Reynolds, telah mulai menyusun paket tarif menjelang pertemuan puncak antara Inggris dan Uni Eropa bulan depan. Hingga saat ini, negara tersebut enggan memberlakukan tarif, tetapi karena penjualan kendaraan buatan China telah melonjak, tampaknya mereka sekarang bersiap untuk bertindak.
Para pejabat Eropa seperti dikutip laman Carscoops dilaporkan telah memberi tahu para menteri Inggris mengenakan tarif pada kendaraan buatan China. Inggris beresiko dikeluarkan dari skema :Made in Europe”. Jika ini terjadi, akan jauh lebih mahal bagi produsen mobil Inggris untuk menjual kendaraan ke Uni Eropa.
Pekan lalu, Society of Motor Manufacturers and Traders mengindikasikan aturan “Made in Europe” mengancam produksi mobil Inggris. Jika laporan terbaru ini benar, tampaknya Inggris akan memulai berpihak ke Eropa dan mereka mungkin akan memunggungi China.
Di Uni Eropa, impor kendaraan listrik (EV) China menghadapi tarif hingga 45 persen. Pabrikan China dengan cepat mengalihkan fokus mereka dari EV ke kendaraan hibrida plug-in setelah tarif ini diberlakukan.
Namun, para pembuat undang-undang di blok tersebut kini dikabarkan sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk memperluas tarif tersebut agar juga mencakup kendaraan hibrida.

Komentar