MOTORESTO.ID, JAKARTA – Toyota telah menjadi bagian dari perkembangan industri otomotif Tanah Air selama 55 tahun.
Sejak ekspor perdananya pada 1987, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) terus memperluas pasar ekspor kendaraan produksi Indonesia.
Hingga saat ini, lebih dari 3 juta unit kendaraan Toyota produksi Indonesia telah mendarat ke berbagai negara di dunia.
Manfaatkan FTA

TMMIN memanfaatkan berbagai perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement atau FTA) antara Indonesia dan negara mitra dagang. Perjanjian tersebut jelas mendukung upaya TMMIN dalam memperluas pasar ekspor.
Beberapa di antaranya yakni Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), termasuk skema User Specific Duty Free Scheme (USDFS), ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA).
Kemudian Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA). Pemanfaatan fasilitas perdagangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku mendukung kelancaran ekspor.
Dari kontribusi kegiatan ekspor, TMMIN meraih Primaniyarta Awards 2026 kategori Eksportir Pemanfaat FTA. Budi Santoso selaku Menteri Perdagangan menyerahkan penghargaan tersebut pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 (14/10).
Saat ini, kegiatan produksi TMMIN melibatkan sekitar 360.000 tenaga kerja serta dukungan 760 pemasok dari Tier 1-3.
Hingga kuartal ketiga 2026, ekspor CBU mencapai 223.696 unit, atau berkontribusi sebesar 60.3% terhadap total ekspor CBU nasional yang mencapai 371.260 unit.
“Penghargaan ini menjadi bagian dari perjalanan panjang TMMIN dalam mengembangkan kegiatan manufaktur dan ekspor dari Indonesia, yang didukung oleh berbagai pihak. Kami berharap kerja sama perdagangan yang terus dibangun pemerintah dapat semakin membuka akses ke pasar baru, sehingga produk otomotif buatan Indonesia dapat menjangkau lebih banyak negara dan semakin berdaya saing di pasar global,” ujar Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN.
Perkuat Industri Hadapi Transformasi Otomotif Global
Pada gelaran TEI 2026, TMMIN pamerkan beragam produk. Berbeda dari tahun sebelumnya, TMMIN turut menghadirkan produk lokal binaan, yaitu Kopi Wonosalam.
TMMIN juga menghadirkn Veloz Hybrid Electric Vehicle (HEV) Cut Body yang memperlihatkan cara kerja sistem hybridnya.
Hadir juga Innova Zenix HEV Cash Carrier Vehicle (CCV) sebagai kendaraan konversi yang menunjukkan fleksibilitas produk Toyota untuk memenuhi beragam kebutuhan.
Seiring dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi elektrifikasi dalam industri otomotif global, TMMIN terus berupay memperluas kontribusi manufaktur Indonesia dalam rantai pasok Toyota, dari kendaraan utuh hingga komponen utama kendaraan elektrifikasi.
Pada paruh kedua 2026, TMMIN akan merealisasikan ekspor HEV battery pack assy. Di sisi kendaraan, ekspor model elektrifikasi produksi Indonesia yakni Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV.
“Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi peluang untuk terus meningkatkan kapabilitas manufaktur dan rantai pasok, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi kendaraan elektrifikasi, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam produksi dan ekspor kendaraan dengan teknologi tersebut.” kata I Nyoman
Winaya Adnyana, Wakil Presiden Direktur TMMIN.

Komentar