MOTORESTO.ID, JAKARTA — Dashcam kini bukan sekadar aksesori untuk merekam perjalanan. Sebagian pengguna bahkan memilih fitur parking mode agar kamera tetap aktif ketika mobil sedang terparkir.
Namun, penggunaan dashcam selama 24 jam dengan sumber daya langsung dari aki ternyata perlu diperhatikan. Pasalnya, kondisi tersebut dapat memengaruhi daya tahan aki kendaraan.
Dashcam 24 Jam Bisa Berpengaruh ke Garansi Aki
Bayu Agus Mustofa, Head of Aftersales OMODA & JAECOO Indonesia, menjelaskan bahwa penggunaan dashcam yang menyala terus-menerus dan mengambil daya dari aki berpotensi membuat aki mengalami penurunan daya.
“Dashcam itu nyala 24 jam, semisal dan itu power-nya dicolok ke aki. Apabila akinya drop, nanti itu akan berpengaruh ke garansi akinya,” ujar Bayu.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dampaknya berkaitan dengan garansi aki, bukan garansi kendaraan secara keseluruhan.
“Akinya saja ya, bukan ke kendaraan. Tetapi apabila itu pemakaian dashcam-nya normal mengikuti power dari kendaraan,” lanjutnya.
Artinya, bagi pemilik mobil yang memasang dashcam dengan sistem yang membuat perangkat terus mendapatkan suplai listrik dari aki, kondisi penggunaan tersebut perlu diperhatikan.

Pengguna juga perlu membedakan antara dashcam yang mengambil daya secara langsung dari aki dan penggunaan yang mengikuti sumber daya kendaraan. Dari penjelasan tersebut, aspek pemakaian menjadi salah satu hal yang diperhatikan ketika terjadi masalah pada aki.
Kapan Dashcam Bisa Jadi Perhatian?
Dashcam dengan fitur pemantauan saat mobil terparkir memang membutuhkan suplai daya ketika kendaraan tidak digunakan. Dalam kondisi tertentu, penggunaan daya tersebut dapat berdampak pada kondisi aki.
Karena itu, pemilik mobil sebaiknya memahami bagaimana dashcam mendapatkan sumber listrik dan bagaimana sistem tersebut bekerja sebelum menggunakannya secara terus-menerus.


Komentar