MOTORESTO.ID, JAKARTA — Pasar motor listrik di Indonesia tidak hanya berkembang dari sisi konsumen individu. Segmen korporasi mulai menjadi salah satu pasar yang dilirik produsen untuk kebutuhan armada operasional.
Hal tersebut terlihat dari langkah PT Rentokil Indonesia yang kembali menambah kendaraan listrik untuk mendukung aktivitas operasionalnya. Bertepatan dengan perayaan 51 tahun Polytron di Indonesia, Rentokil membeli 80 unit Polytron FOX 350.
Dengan tambahan tersebut, total motor listrik Polytron yang digunakan Rentokil mencapai 325 unit sejak kerja sama pertama dimulai pada 2024.
Motor Listrik untuk Perusahaan Mulai Dilirik
Motor listrik tersebut digunakan sebagai kendaraan operasional petugas Rentokil yang memiliki mobilitas tinggi. Saat ini, armada tersebut telah digunakan di sejumlah wilayah, mulai dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Bali hingga Surabaya.
Human Resources Director Rentokil Indonesia, Budi Santoso, mengatakan penggunaan kendaraan listrik merupakan bagian dari upaya perusahaan memanfaatkan energi yang lebih ramah lingkungan.
“Inisiatif ini kami harap agar Rentokil Indonesia dapat berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon di Indonesia,” ujar Budi.
Bagi perusahaan dengan aktivitas lapangan yang intens, keputusan menggunakan motor listrik tidak hanya berkaitan dengan keberlanjutan. Efisiensi operasional dan biaya juga menjadi pertimbangan.
Rentokil menyebut penggunaan kendaraan listrik dapat membantu mengurangi biaya bahan bakar dan perawatan bulanan. Selain itu, perusahaan turut mempertimbangkan durabilitas kendaraan serta layanan purnajual sebelum menentukan armada.
Pasar B2B Jadi Ruang Pertumbuhan Motor Listrik

Adopsi dari sektor korporasi juga mulai terlihat dari perusahaan lain. Head of Group Product EV 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly, menyebut PLN telah mengambil sekitar 600 unit motor listrik Polytron.
Sebelumnya, Polytron juga memasok lebih dari 500 unit motor listrik kepada PLN UID Jawa Timur serta 72 unit FOX 350 untuk PT Semen Padang.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa motor listrik mulai memiliki fungsi lebih luas, bukan hanya sebagai kendaraan pribadi, tetapi juga sebagai bagian dari kebutuhan armada perusahaan.
Bagi produsen, pasar korporasi menawarkan kebutuhan kendaraan dalam jumlah besar sekaligus penggunaan yang relatif rutin. Sementara bagi perusahaan, kendaraan listrik menjadi salah satu opsi untuk mendukung efisiensi operasional dan agenda keberlanjutan.
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengadopsi kendaraan listrik, segmen armada korporasi berpotensi menjadi salah satu bagian penting dalam pertumbuhan pasar motor listrik di Indonesia.


Komentar