MOTORESTO.ID, JAKARTA — Changan Group resmi memperkenalkan SDA Pilot, teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang dikembangkan secara mandiri untuk mendukung pengalaman berkendara yang lebih aman dan nyaman.
Peluncuran tersebut dilakukan di Chongqing, China, Jumat (11/9/2026). Teknologi SDA Pilot menjadi bagian dari strategi Changan dalam mengembangkan sistem intelligent driving sekaligus memperkuat kemampuan riset dan pengembangan internal.
Chairman Changan Group Zhu Huarong mengatakan, pengembangan teknologi intelligent driving Changan kini didukung oleh lebih dari 7.500 engineer dengan total investasi riset dan pengembangan mencapai lebih dari 7,7 miliar Euro.
“Tim intelligent driving Changan telah berkembang dari hanya beberapa engineer menjadi lebih dari 7.500 orang. Kami akan terus menjalankan strategi transformasi cerdas kami dan mengembangkan teknologi inti kami secara mandiri,” ujar Zhu Huarong.
Changan SDA Pilot Hadir dalam Tiga Level
Changan SDA Pilot saat ini ditawarkan dalam tiga tingkatan, yakni Pro, Max, dan Ultra. Level yang lebih tinggi disebut akan diperkenalkan secara bertahap.
Sebagai varian tertinggi, SDA Pilot Ultra menggabungkan sejumlah teknologi bantuan berkendara. Di antaranya Highway NCA, Urban NCA, intelligent parking assist dengan lebih dari 400 skenario, serta 31 fitur active safety.
Sistem ini menggunakan chip komputasi berkapasitas hingga 560 TOPS dan LiDAR 256-line. Kombinasi tersebut memungkinkan kendaraan memproses berbagai informasi lingkungan dengan respons dalam hitungan milidetik.
Changan sendiri telah mengembangkan teknologi intelligent driving sejak 2009. Pada 2011, perusahaan mengembangkan prototipe sistem peringatan tabrakan depan dan peringatan keluar jalur.
Kemudian pada 2018, Changan mulai memproduksi massal sistem IACC atau Integrated Adaptive Cruise Control Level 2.
Tonggak lainnya terjadi pada 20 Desember 2025 ketika Changan menerima pelat nomor resmi pertama di China untuk kendaraan dengan kemampuan pengemudian otonom bersyarat Level 3.
Fokus pada Keselamatan dan Kenyamanan
SDA Pilot dikembangkan dengan tiga fokus utama, yaitu berkendara lebih aman, nyaman, dan tanpa stres.
Untuk aspek keselamatan, sistem menggunakan teknologi deteksi LiDAR aktif dengan kemampuan pemrosesan hingga 10Hz. Teknologi tersebut dirancang membantu kendaraan mendeteksi potensi bahaya dalam berbagai kondisi, termasuk minim cahaya, silau, hujan, dan kabut.
Sementara untuk menghasilkan perilaku berkendara yang lebih natural, sistem end-to-end large model pada SDA Pilot dilatih menggunakan lebih dari 20 juta segmen data berkendara dari kondisi nyata.
Changan juga mengembangkan sistem navigasi interaktif berbasis multimodal large model. Sistem ini menggabungkan kemampuan visual dan suara sehingga pengguna dapat memberikan perintah menggunakan bahasa sehari-hari.
Diuji hingga 3,3 Juta Kilometer per Hari
Sebelum diterapkan pada kendaraan produksi, teknologi SDA Pilot menjalani pengujian melalui Changan SDA Lab.
Fasilitas tersebut mendukung pengujian selama 24 jam sehari dan mencakup lebih dari 400.000 skenario simulasi virtual. Changan juga mengklaim mampu melakukan simulasi perjalanan hingga 3,3 juta kilometer per hari.
Pengujian dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai kondisi iklim di 224 wilayah di seluruh dunia.
Menurut President Changan Group Zhao Fei, pengalaman selama bertahun-tahun menjadi dasar pengembangan SDA Pilot.
“Changan mulai mengembangkan teknologi intelligent driving sejak 2009, ketika teknologi ini masih menjadi bagian dari riset laboratorium di Tiongkok. SDA Pilot merupakan hasil dari berbagai pengalaman dan pembelajaran yang kami dapatkan selama proses tersebut,” kata Zhao Fei.
Changan Nevo Q06 Jadi Model Pertama

Bersamaan dengan peluncuran SDA Pilot, Changan Nevo Q06 resmi membuka masa pre-order sebagai model produksi pertama yang menggunakan teknologi SDA Pilot Ultra.
Kehadiran Nevo Q06 menjadi langkah Changan untuk membawa teknologi intelligent driving tersebut dari tahap pengembangan menuju kendaraan produksi massal.
Ke depan, Changan menyatakan akan terus mengembangkan teknologi intelligent driving melalui riset, kolaborasi, dan kemitraan strategis di berbagai negara.



Komentar