MOTORESTO.ID,BOLOGNA–Pabrikan supercar Eropa seperti Porsche, Ferrari atau Lamborghini boleh bangga dengan produk premium mereka yang mengandalkan mesin konvensional dan menjadi simbol bergengsi bagi kalangan berduit di banyak negara. Namun, keberadaan mereka sebagai penguasan supercar dunia tampaknya kini mulai terusik dengan hadirnya sejumlah pesaing asal China.
Pabrikan China dalam beberapa dekade terakhir telah menghabiskan investasi dalam jumlah besar untuk mengembangkan kendaraan listrik. Namun, menurut Carscoops, mereka juga berupaya memperluas portfolio mereka pada kendaraan supercar. Itu dibuktikan dengan hadirnya YangWang U9, Denza meluncurkan Z bermesin tiga, menghasilkan 1.582 hp dan harganya lebih murah daripada Porsche 911 Carrera 4 GTS.
Great Wall Motors (GWM) juga telah mengerjakan supercar bermesin tengah miliknya sendiri dan itu bukan mobil listrik. Model baru GWM akan menggunakan mesin V8 plug-in hybrid 4.0 liter twin-turbocharged, yang telah dipaparkan merek tersebut tahun lalu. Mobil ini juga akan menggunakan monokok serat karbon ringan, dan GWM sebelumnya mengatakan mobil ini akan ditujukan langsung untuk bersaing dengan Ferrari SF90 Stradale.

Tidak Mampu Menandingi Emosi
Meski demikian, tampaknya pabrikan Eropa masih percaya diri dengan pandangannya terhadap kendaraan bermesin ruang bakar internal. “Kami tidak melihat ini sebagai ancama karena mereka membuat mobil listrik,” kata CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann kepada Auto Express.
Menurutnya, mobil-mobil China tersebut tidak mampu menandingi emosi yang ditawarkan supercar Italia. Merek China tidak dapat bersaing “dalam hal performa mobil kita, suara, dan emosi.” Secepat apapun sebuah mobil listrik, ia akan selalu kesulitan untuk menandingi sensasi yang diberikan sebuah supercar dengan mesin pembakaran internal yang menggugah.
Namun, GWM mampu membuat supercar bertenaga pembakaran internal (ICE) sebaik kemampuan mereka dalam membangun mobil listrik berperforma tinggi. Tetapi seiring berjalannya waktu, Winkelmann harus memperhatikan performa yang ditunjukkan penantang barunya dari China, dan Lamborghini mungkin akan terpaksa mengatur ulang strategi menghadapi supercar asal negeri Tirai Bambu ini.
dok foto: Carscoops

Komentar