MOTORESTO.ID, JAKARTA — Suzuki membuka peluang untuk menghadirkan kendaraan listrik baru di Indonesia setelah e VITARA. Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai model EV berikutnya yang akan dipasarkan.
Suzuki e VITARA sendiri menjadi Battery Electric Vehicle (BEV) perdana Suzuki di Indonesia dan resmi diluncurkan pada Februari 2026. Kehadirannya menjadi bagian dari strategi multi-pathway Suzuki yang mengombinasikan kendaraan bermesin konvensional, hybrid, hingga kendaraan listrik.
Marketing & Value Chain 4W Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Randy R. Murdoko, mengatakan permintaan terhadap e VITARA masih berjalan. Namun, Suzuki juga masih melakukan proses penjajakan untuk pengembangan pilihan kendaraan berikutnya.
“Untuk e VITARA, permintaannya masih ada dan proses pemesanan juga tetap berjalan. Namun secara konsep, Suzuki ingin menghadirkan multi-pathway, mulai dari mesin internal combustion, hybrid, hingga EV.”
Strategi Multi-Pathway Suzuki

Menurut Randy, strategi tersebut membuat Suzuki tidak hanya berfokus pada satu jenis teknologi. Konsumen tetap diberikan pilihan berdasarkan kebutuhan dan preferensi masing-masing.
“Kami ingin menghadirkan seluruh opsi pilihan bagi konsumen. Jadi, ada kendaraan dengan mesin ICE, ada hybrid, dan sekarang juga ada EV.”
Strategi ini sebenarnya sudah terlihat dari lini kendaraan Suzuki di Indonesia. Sebelum e VITARA hadir, Suzuki telah menawarkan teknologi hybrid melalui sejumlah model seperti Ertiga, XL7, Grand Vitara, dan Fronx. e VITARA kemudian melengkapi pilihan tersebut sebagai mobil listrik murni.
e VITARA Jadi Langkah Awal Suzuki di Segmen EV
Kehadiran e VITARA disebut menjadi babak baru bagi Suzuki di Indonesia. SUV listrik tersebut menggunakan baterai LFP berkapasitas 61 kWh dan menghasilkan tenaga 128 kW. Suzuki menawarkan e VITARA dengan harga Rp755 juta untuk varian single-tone dan Rp758 juta untuk two-tone, berstatus OTR Jakarta.
Randy mengatakan, keberadaan e VITARA juga menjadi bagian dari proses pembelajaran Suzuki dalam menghadirkan lebih banyak pilihan teknologi.
“Kita mulai dengan ICE, kemudian dilanjutkan dengan hybrid, dan sekarang kita punya EV. Tidak menutup kemungkinan ke depannya akan ada pilihan lainnya.”
Ia menambahkan, Suzuki masih melihat peluang berdasarkan kebutuhan pasar sebelum menentukan langkah berikutnya.
“e VITARA menjadi awal yang baik sekaligus pembelajaran yang baik bagi kami untuk tetap bisa menyediakan berbagai macam pilihan bagi konsumen.”
Peluang EV baru Suzuki memang masih terbuka, tetapi belum bisa dipastikan apakah Suzuki akan segera menghadirkan model listrik kedua di Indonesia. Untuk saat ini, e VITARA menjadi langkah awal Suzuki dalam memperluas pilihan kendaraan listrik sekaligus menjalankan strategi multi-pathway di pasar Indonesia.

Komentar