MOTORESTO.ID, JAKARTA – Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) kembali menggelar Dialog Otomotif Nasional di GIIAS 2026. Mengusung tema “The Right Fit for Indonesia”, forum ini mempertemukan pelaku industri, akademisi, oengamat ekonomi, asosiasi, hingga media untuk berdiskusi arah perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Seven Event selaku penyelenggara GIIAS mendukung Dialog ini sebagai wadah bertukar pandangan mengenai teknologi elektrifikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, alih-alih memperdebatkan teknologi mana yang paling unggul.
“Indonesia tidak membutuhkan perdebatan mengenai teknologi mana yang paling unggul, tetapi yang ingin kita cari bersama adalah teknologi, atau bahkan kombinasi teknologi, yang paling tepat untuk Indonesia. Itulah semangat yang ingin dibangun melalui forum ini,” ujar Munawar Chalil, Ketua Umum ICMS.
Menurutnya, fokus utama bukan membandingkan teknologi terbaik antara Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV). Kemudian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Alih-alih membandingkan, dialog ini bertujuan untuk menemukan teknologi atau kombinasi teknologi yang paling sesuai dengan karakteristik pasar Indonesia.
Meningkatknya Penjualan

Sekitar 80 peserta yang terdiri dari jurnalis media umum, media bisnis, media otomotif, serta perwakilan industri menghadiri pembahasan ini. Adapun sejumlah narasumber dari berbagai prinsipal otomotif Jepang dan Tiongkok, serta Pengamat Kebijakan Ekonomi Perbanas, Joshua Pardede.
Dalam pemaparannya, Joshua Pardede menilai pasar Indonesia sejatinya telah menemukan “right fit” dalam adopsi kendaraan elektrifikasi. Hal itu terlihat dari meningkatnya penjualan BEV, HEV, dan PHEV secara bersamaan.
Menurutnya, konsumen tidak memilih satu teknologi karena paling unggul, melainkan berdasarkan kebutuhan dan pola penggunaan kendaraan dalam kehidupan sehari-hari.
ICMS juga mengungkapkan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada semester pertama 2026, penjualan kendaraan penumpang elektrifikasi meningkat sekitar 68 persen dari tahun sebelumnya.
Pangsa pasarnya pun naik dari 23 persen menjadi 38 persen, menandakan percepatan transisi menuju era elektrifikasi di Indonesia.
Sepanjang diskusi, berbagai isu strategis turut dibahas, mulai dari perkembangan pasar kendaraan elektrifikasi, keunggulan dan tantangan masing-masing teknologi, kesiapan infrastruktur, perilaku konsumen, hingga kebijakan yang dibutuhkan untuk membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi yang berkelanjutan di Indonesia.
Melalui penyelenggaraan Dialog Otomotif Nasional ini, ICMS berharap dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, media, dan seluruh pemangku kepentingan.
Harapannya, forum ini dapat menjadi langkah awal dalam mendorong lahirnya kebijakan otomotif yang lebih adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan bagi perkembangan industri kendaraan elektrifikasi di Indonesia.


Komentar