MOTORESTO.ID, TANGERANG — Toyota Astra Motor (TAM) resmi menghadirkan Toyota Hilux generasi terbaru di Indonesia dalam dua pilihan teknologi, yakni bermesin diesel dan Battery Electric Vehicle (BEV). Kehadiran varian listrik ini langsung menjadi perhatian lantaran dibanderol mulai Rp1.019.000.000 OTR Jakarta, sementara Hilux Diesel dijual mulai Rp466,3 juta OTR Jakarta.
Selisih harga yang mencapai lebih dari Rp500 juta pun memunculkan pertanyaan. Menjawab hal tersebut, Marketing Director Toyota Astra Motor, Bansar Maduma, menegaskan bahwa perbedaan harga tidak hanya berasal dari penggunaan motor listrik, tetapi juga teknologi dan investasi yang dibutuhkan untuk menghadirkan kendaraan listrik tangguh di segmen pikap.
Teknologi BEV Berbeda Total dari Versi Diesel
Menurut Bansar, Hilux BEV mengusung teknologi yang sangat berbeda dibandingkan varian diesel.
“Perbedaan harga itu memang karena berbeda secara teknologi dan komponen. Hilux BEV menggunakan teknologi Battery Electric Vehicle dengan sistem All Wheel Drive, dua motor listrik, serta baterai berkapasitas 59,2 kWh.”
Ia menambahkan, hampir seluruh komponen di bagian bawah kendaraan juga berbeda dibandingkan versi diesel.
“Kalau teman-teman melihat bagian kolong kendaraan, akan terlihat bahwa konstruksinya berbeda antara Hilux Diesel dan Hilux BEV.”
Investasi Besar untuk Kendaraan Listrik Medan Berat

Bansar menjelaskan bahwa tantangan terbesar bukan hanya membuat kendaraan listrik, tetapi memastikan baterai dan sistem penggeraknya tetap andal saat digunakan di berbagai kondisi jalan.
“Tidak mudah memastikan kualitas baterai kendaraan listrik untuk penggunaan seperti Hilux. Dibutuhkan investasi besar agar kendaraan ini dapat digunakan dengan baik, bukan hanya di perkotaan, tetapi juga di berbagai medan.”
Menurutnya, biaya pengembangan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga jual Hilux.
Mesin Diesel vs Motor Listrik
Secara spesifikasi, Hilux Diesel masih mengandalkan mesin 1GD-FTV 2.800 cc yang dipadukan dengan sistem penggerak 4×4.
Sementara itu, Hilux BEV mengusung dua motor listrik berpenggerak AWD dengan baterai berkapasitas 59,2 kWh. Konfigurasi ini dirancang agar tetap mampu menghadapi berbagai karakter medan, sebagaimana identitas Hilux selama ini.
Toyota berharap selisih harga tidak semata dipandang sebagai kekurangan, melainkan sebagai konsekuensi dari teknologi, investasi, dan kemampuan yang ditawarkan Hilux BEV sebagai kendaraan listrik untuk kebutuhan kerja maupun aktivitas di medan berat.


Komentar