MOTORESTO.ID, JAKARTA – Honda sebenarnya memproduksi mesin V8. Namun, ekspektasi para pecinta otomotif tersebut justru datang dari dunia yang tak tertuga. Mesin V8 produksi massal pertama Honda BF350, merupakan sebuah mesin tempel (outboard) untuk kapal rekreasi premium.
Menariknya, BF350 bukan sekadar menghadirkan tenaga besar, tetapi juga menjadi bukti nyata filosofi ramah lingkungan yang telah Honda pegang sejak puluhan tahun lalu.
V8 Pertama Honda

Honda BF350 mengusung mesin V8 berkapasitas 4.952 cc yang mampu menghasilkan tenaga hingga 350 hp.
Mesin ini hadir untuk memenuhi kebutuhan pasar kapal rekreasi berukuran besar, khususnya di Amerika Utara dan Eropa, yang kini semakin banyak penggunaan konfigurasi dua hingga empat mesin tempel dalam satu kapal.
Bagi Honda, BF350 menjadi tonggak sejarah karena merupakan mesin V8 pertama yang diproduksi massal oleh perusahaan.
Honda menjelaskan bahwa tren kapal rekreasi premium terus berkembang. Konsumen menginginkan mesin yang tidak hanya bertenaga, namun tetap halus, efisien, dan mudah dioperasikan.
Sebelumnya, lini mesin tempel Honda hanya mencapai BF250 bermesin V6. Seiring meningkatnya kebutuhan tenaga, Honda memutuskan mengembangkan mesin V8 baru yang menawarkan performa lebih tinggi tanpa mengorbankan efisiensi.
“Kapal berukuran besar biasanya menggunakan beberapa mesin tempel yang dipasang berdampingan di buritan. Itulah mengapa dimensi mesin, terutama lebarnya, harus dibuat sekompak mungkin. Di sisi lain, minimnya getaran dan suara mesin yang halus juga menjadi prioritas karena berpengaruh langsung terhadap kenyamanan pengguna di atas kapal,” kata Masanori Tsubouchi, Chief Engineer sekaligus Manajer Marine Design Section, Marine Development Division Honda.
Tetap Mengedepankan Filosofi Ramah Lingkungan
Meski hadir dengan konfigurasi delapan silinder, Honda menegaskan bahwa BF350 tetap merepresentasikan filosofi yang telah menjadi identitas perusahaan sejak memasuki bisnis maritim pada tahun 1964.
Honda mengusung prinsip “Watercraft should not pollute the water,” sehingga sejak awal lebih memilih mengembangkan mesin empat langkah (4 tak).
Komitmen tersebut BF350 pertahankan melalui berbagai teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menekan emisi gas buang.
Ada VTEC nya?
Mesin ini mengadopsi sejumlah teknologi yang umumnya sudah ada para produk-produk Honda, seperti sistem VTEC (Variable Valve Timing and Lift Electronic Control) untuk mengoptimalkan performa di berbagai putaran mesin. Namun, apakah frasa “VTEC Kicked in yo!” bisa berlaku di laut??
Di sisi lain, tersedia pula teknologi Lean Burn Control yang membantu meningkatkan efisiensi konsumsi BBM ketika mesin bekerja pada kondisi tertentu.
Honda juga berfokus pada pengurangan getaran dan kebisingan agar pengalaman berlayar menjadi lebih nyaman. Sesuai konsep “Ecoluxe Experience”, Honda menggabungkan performa tinggi dengan kenyamanan dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Bukan Sekadar Mesin
Dalam proses pengembangannya, Honda melibatkan berbagai divisi, mulai dari otomotif, sepeda motor, hingga marine. Kolaborasi tersebut menghasilkan mesin yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga memiliki karakter halus, responsif, dan andal.
Meski banyak penggemar berharap suatu hari akan ada mobil Honda bermesin V8, untuk saat ini gelar V8 pertama Honda resmi dimulai oleh BF350 yanng diperuntukkan bagi kapal rekreasi premium.
Dengan hadirnya BF350, Honda kembali menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus lahir di dunia otomotif roda empat atau dua. Justru melalui divisi marine, pabrikan asal Jepang tersebut berhasil mencatatkan sejarah baru dengan menghadirkan mesin V8 produksi massal pertamanya.
“Menyatukan para insinyur dari berbagai latar belakang tentu memunculkan banyak perbedaan pandangan. Namun, setiap kali kami kembali mengingat siapa pengguna produk ini dan apa solusi terbaik yang bisa diberikan kepada mereka, seluruh tim akhirnya bisa menyatukan visi untuk mencapai tujuan yang sama,” kata Ryo Ogasawara, Assistant Chief Engineer Product Planning Section, Marine Business Unit Honda.


Komentar