MOTORESTO.ID, TULUNGAGUNG — Bagi sebagian orang, mobil bukan hanya sekadar alat transportasi. Ada cerita, kenangan, dan mimpi panjang yang menyertainya. Hal itulah yang dirasakan Amir Mahmud, seorang karyawan swasta asal Tulungagung, Jawa Timur, yang akhirnya berhasil mewujudkan impiannya memiliki Mitsubishi Pajero Sport setelah menunggu selama 15 tahun.
Perjalanan Amir bersama Mitsubishi sebenarnya dimulai sejak masa kecil. Pada era 1980-an, ketika kendaraan roda empat masih tergolong langka di desanya, Mitsubishi Colt T120 menjadi salah satu mobil yang paling sering ia lihat dan tumpangi.
“Waktu itu saya masih balita, tapi saya ingat betul sensasi pertama kali naik mobil. Ya mobil angkutan Mitsubishi Colt T120,” kenang Amir.
Pengalaman sederhana tersebut menjadi awal kedekatannya dengan merek tiga berlian yang terus melekat hingga dewasa.
Awal Jatuh Cinta dengan Mitsubishi Motors
Titik balik terjadi pada tahun 2002 saat Amir berkesempatan mengendarai Mitsubishi Lancer milik sang kakak. Ia mengaku langsung terkesan dengan karakter mobil tersebut yang lincah dan responsif.
“Waktu itu saya heran, kok mobilnya bisa lincah, gesit, dan kencang banget. Rasanya beda. Dari situ saya mulai mimpi punya Lancer sendiri,” ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, kecintaannya terhadap Mitsubishi semakin kuat. Saat menjalani tugas pekerjaan di Kalimantan, Amir mendapat kesempatan pertama mengendarai Pajero Sport.
Pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam. Menurutnya, SUV tersebut memiliki kombinasi ideal antara kenyamanan dan kemampuan melibas berbagai kondisi jalan.
“Mobilnya gede, gagah, tapi empuk banget. Siap di segala medan. Sejak itu saya benar-benar niat, suatu saat harus punya Pajero Sport,” tuturnya.
Akhirnya Membawa Pulang Pajero Sport Dakar

Mimpi yang telah dipendam selama bertahun-tahun akhirnya menjadi kenyataan pada 2025. Amir resmi membawa pulang Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4×2 berwarna putih.
Setelah sekitar delapan bulan penggunaan, ia mengaku sangat puas dengan performa SUV ladder frame tersebut. Hingga kini, odometer mobilnya telah menembus lebih dari 6.000 kilometer.
“Tenaga dan torsinya besar, siap untuk segala medan. Mau jalan pedesaan, tanjakan, atau kota, semua aman. Rasanya percaya diri banget,” katanya.
Pengalaman Positif dengan Layanan Purnajual
Salah satu hal yang membuat Amir semakin yakin dengan pilihannya adalah kualitas layanan purnajual yang diterimanya.
Ia sempat merasakan posisi setir mobil sedikit kurang lurus saat pertama kali membawa kendaraan tersebut pulang dari dealer. Namun setelah melakukan pemeriksaan di bengkel resmi Mitsubishi, keluhannya langsung ditangani dengan baik.
“Awalnya saya pikir cuma perasaan saya. Tapi setelah dibawa ke bengkel resmi, mekaniknya sabar banget. Saya bahkan dipinjami mobil test drive buat pembanding. Akhirnya mereka paham keluhannya dan langsung beresin. Salut banget dengan pelayanannya,” ungkap Amir.
Menurutnya, perawatan Pajero Sport juga cukup mudah karena seluruh kebutuhan servis dapat ditangani di jaringan bengkel resmi.
Rencana Modifikasi Ringan untuk Kenyamanan
Karena lebih sering digunakan untuk perjalanan keluarga saat akhir pekan dan mudik, Amir berencana melakukan beberapa penyesuaian ringan pada mobilnya.
Salah satunya adalah peningkatan sistem audio agar perjalanan jarak jauh menjadi lebih nyaman. Selain itu, ia juga telah memasang lampu mini projector guna meningkatkan visibilitas saat berkendara malam hari.
“Maklum, usia sudah 50 tahun dan pakai kacamata, jadi biar lebih percaya diri kalau nyetir malam,” ujarnya sambil tertawa.
Di akhir cerita, Amir berharap Mitsubishi terus menghadirkan pembaruan fitur pada Pajero Sport agar tetap kompetitif di segmen SUV. Ia juga mengapresiasi kehadiran aplikasi Mitsubishi Motors ID (MMID) yang dinilai semakin membantu pemilik kendaraan dalam mendapatkan informasi dan layanan secara digital.
Kisah Amir menjadi bukti bahwa sebuah mobil terkadang bukan hanya soal spesifikasi dan performa. Di baliknya ada mimpi panjang, perjuangan, dan kepuasan tersendiri ketika akhirnya impian tersebut berhasil diwujudkan.

Komentar