Mobil
Beranda » Xpeng P7: Ubah Dari Setir Kiri ke Setir Kanan Jadi Tantangan

Xpeng P7: Ubah Dari Setir Kiri ke Setir Kanan Jadi Tantangan

Xpeng Indonesia
Xpeng/Dok. Xpeng Indonesia

MOTORESTO.ID, JAKARTA — Xpeng Indonesia tengah mempersiapkan langkah strategis untuk menghadirkan lebih banyak model kendaraan listrik di pasar domestik. Salah satu yang menjadi sorotan adalah sedan listrik Xpeng P7, yang mendapat respons positif dari pengunjung pameran otomotif.

VP Marketing Xpeng Indonesia, Hari Arifianto, mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini masih melakukan berbagai pertimbangan sebelum membawa model tersebut secara resmi ke Indonesia. Faktor produksi lokal dan tingkat kandungan lokal menjadi perhatian utama agar kendaraan yang dipasarkan dapat memberikan nilai maksimal bagi pelanggan.

Menurut Hari, hasil survei yang dilakukan Xpeng saat Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 menunjukkan minat yang cukup tinggi terhadap Xpeng P7. Konsumen menilai desain, dimensi, hingga fitur yang ditawarkan sedan listrik ini cukup menarik.

“Surveinya cukup bagus, range untung willingnessnya membelinya harganya cocok, kemudian dari sisi fiturnya sesuai, dimensinya juga bagus,” ujar Hari Arifianto.

Namun demikian, ada tantangan teknis yang perlu dipertimbangkan, terutama terkait proses adaptasi dari setir kiri ke setir kanan. Saat ini, Xpeng P7 yang tersedia masih menggunakan konfigurasi setir kiri.

Geely Uji Ketahanan NEV di Lingkar Arktik, Tempuh Lebih dari 1.000 Km Tanpa Isi Ulang

Hari menjelaskan bahwa proses konversi tersebut tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan waktu cukup panjang.

“Yang jadi kendala itu transisi dari setir kiri menuju ke setir kanannya itu 6–18 bulan. Nah ini yang masih jadi satu pertimbangan. Kemudian harus menjamin juga perlindungan pelanggan, jangan sampai sudah kita perkenalkan lalu cabut dari market,” jelasnya.

Pasar Sedan Masih Kecil di Indonesia

Selain faktor teknis, Xpeng Indonesia juga melihat kondisi pasar otomotif nasional. Segmen sedan di Indonesia masih relatif kecil dibandingkan SUV dan MPV yang saat ini mendominasi penjualan kendaraan hingga hampir 60 persen.

Karena itu, perusahaan harus memastikan bahwa setiap model yang dibawa ke Indonesia benar-benar memiliki potensi pasar yang kuat. Terlebih, kapasitas produksi yang tersedia saat ini masih terbatas.

Dalam menentukan strategi produk, Xpeng juga mempertimbangkan varian yang paling diminati konsumen, kesiapan produksi lokal, serta strategi harga agar tidak masuk ke segmen pasar yang terlalu kompetitif atau “red ocean”.

BAIC Indonesia Targetkan Lonjakan Penjualan Hampir 200 Persen di 2026

Pendekatan ini dilakukan agar produk yang hadir tetap memiliki daya saing dari sisi teknologi, fitur, dan harga, sekaligus memberikan manfaat maksimal bagi pelanggan.

Ke depan, Xpeng Indonesia akan terus menyesuaikan strategi produksi, fitur, hingga penentuan harga agar setiap model yang diluncurkan dapat diterima pasar secara berkelanjutan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *