Motorsport
Beranda » Ada Nama Engineer Indonesia di Mobil F1 Cadillac

Ada Nama Engineer Indonesia di Mobil F1 Cadillac

MOTORESTO.ID, JAKARTA — Cadillac, merek otomotif ikonik asal Amerika Serikat, resmi memulai langkah bersejarahnya di Formula 1 dengan memperkenalkan livery spesial edisi pengujian untuk musim F1 2026. Mobil ini akan menjalani sesi shakedown perdana di Barcelona, Spanyol, pada 26–30 Januari 2026, sebelum tampil di panggung dunia pada Grand Prix Australia di Melbourne, 8 Maret 2026.

Namun, di balik debut besar Cadillac Formula 1 Team, terdapat satu fakta yang menjadi sorotan khusus bagi publik Indonesia. Nama seorang engineer asal Indonesia, Stephanus Widjanarko adalah engineer asal Indonesia yang kini berkiprah di panggung tertinggi motorsport dunia, Formula 1.

Lulusan Teknik Mesin ITB angkatan 2004 dengan IPK 3,95 ini melanjutkan studi S2 di University of Twente, Belanda, dan mendalami aerodinamika. Kariernya di F1 dimulai pada 2013 bersama Scuderia Toro Rosso sebagai CFD Aerodynamicist, berkontribusi hingga kemenangan Pierre Gasly di GP Monza 2020.

Setelah lebih dari 12 tahun pengalaman F1, Stephanus kini menjabat Lead Engineer Aero Development di Cadillac Formula 1 Team. Namanya tercantum di livery mobil, menandai peran penting putra bangsa dalam debut Cadillac F1 musim 2026.

Livery edisi khusus ini pertama kali diperkenalkan oleh Presiden General Motors, Mark Reuss, di markas global terbaru GM di Hudson’s Detroit. Desain tersebut merupakan Special Edition Testing Livery, yang hanya digunakan selama fase pengujian awal sebelum Cadillac merilis livery balap resmi musim 2026 pada 8 Februari mendatang.

Kia Perkuat Peran Global di FIFA World Cup 2026 lewat Kampanye “Inspiration Connects Us All”

Secara visual, livery ini tampil minimalis dengan konsep monokrom, mengusung interpretasi modern dari logo perisai khas Cadillac. Pola geometris vertikal dengan kombinasi tekstur glossy dan matte bukan hanya soal estetika, tetapi juga berfungsi sebagai kamuflase aerodinamika, strategi umum di Formula 1 untuk menyamarkan detail teknis agar tidak mudah dianalisis oleh tim rival.

“Livery tes ini merayakan warisan desain Detroit dan kekuatan tim global kami, sambil tetap menjaga rahasia desain tetap aman,” ujar Mark Reuss dalam pernyataannya.

Yang membuat livery ini semakin istimewa adalah pencantuman nama-nama Founding Members atau anggota pendiri tim. Stephanus Widjanarko, engineer asal Indonesia dengan pengalaman internasional di bidang desain dan teknik otomotif, menjadi bagian dari fondasi awal proyek ambisius Cadillac F1.

Kehadiran Stephanus menjadi bukti bahwa talenta Indonesia mampu menembus level tertinggi motorsport dunia, sekaligus terlibat langsung dalam pengembangan teknologi Formula 1 sejak tahap awal. Namanya kini tercatat dalam sejarah berdirinya tim pabrikan besar Amerika Serikat di ajang balap paling prestisius dunia.

CEO Cadillac F1 Team Holdings, Dan Towriss, sebelumnya menyatakan bahwa Cadillac ingin “mendobrak norma” dan memperkenalkan tim F1 dengan pendekatan yang berani serta global.

VW Perkenalkan ID. Buzz BOZZ Edition, Tawarkan Kenyamanan dan Gaya Hidup Modern

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *