MOTORESTO.ID, JAKARTAA — Di tengah penurunan daya beli masyarakat, rapot penjualan motor di Indonesia pada 2025 ternyata masih menunjukkan pertumbuhan positif. Menurut data resmi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor nasional tahun 2025 tercatat sebanyak 6.412.769 unit, meningkat 1,3% dibandingkan total penjualan tahun 2024.
Meski begitu, penjualan motor di periode Januari–Agustus 2025 sempat turun 1,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, tercatat 4,26 juta unit. Penurunan ini dikaitkan bukan karena pajak atau opsen, melainkan karena daya beli masyarakat yang menurun dan konsumen menunda pembelian jika sudah memiliki motor lain. Namun, di kuartal ketiga, penjualan kembali meningkat sehingga total penjualan sepanjang tahun tetap positif.
Olivia Widyasuwita, Division Head of Sales PT Wahana Makmur Sejati menjelaskan karakter konsumen di Jakarta dan Tangerang. Mayoritas konsumen di Jakarta dan Tangerang membeli motor kedua dalam rumah tangga.
“Rata-rata satu keluarga di Jakarta memiliki dua motor. Biasanya untuk ayah dan ibu, atau untuk mengantar anak. Sementara di Tangerang, masih berkisar satu motor per rumah, tergantung perumahan,” jelas Olivia.
Dari sisi produk, Honda Beat masih menjadi varian yang paling diminati, menyumbang lebih dari 40% penjualan. Varian Scoopy dan Vario menempati urutan berikutnya. Varian baru seperti Vario Street dianggap memiliki potensi pertumbuhan tinggi meski distribusinya masih terbatas.
“Varian Street punya potensi untuk berkembang, tapi saat ini kami masih menyesuaikan produksi dan distribusi supaya bisa menangkap potensi pasar.” tambah Olivia.
Warna motor juga menjadi faktor penting. Konsumen muda cenderung menyukai warna-warna mencolok, sementara varian netral seperti hitam dan merah masih mendominasi penjualan kuantitatif. Strategi untuk mendorong pembelian termasuk paket kredit murah dan program tukar tambah, yang diharapkan bisa meningkatkan market share di segmen replacement.
Untuk motor listrik, penjualan masih didominasi oleh segmen retail, dengan varian CUV menjadi yang paling diminati. Target penjualan motor listrik tahun 2026 diperkirakan mencapai 300–350 unit, lebih rendah dari tahun lalu, karena program subsidi pemerintah belum pasti.
Meski menghadapi tantangan daya beli, tren motor di Indonesia menunjukkan bahwa varian populer, strategi distribusi tepat, dan fleksibilitas pembiayaan menjadi kunci pertumbuhan pasar.

Komentar