
motoresto.id/, JAKARTA — BAIC Indonesia kembali mencatat performa positif di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Meski berhasil membukukan penjualan 58 unit atau naik dua kali lipat dari raihan 29 unit pada penyelenggaraan tahun lalu, manajemen menilai capaian tersebut belum sepenuhnya memuaskan. Kondisi pasar otomotif nasional yang menurun sekitar 10% sepanjang tahun turut menjadi latar belakang evaluasi kinerja.
Dhani Yahya selaku COO BAIC Indonesia menyampaikan bahwa ekspektasi perusahaan sesungguhnya mengacu pada perbandingan pertumbuhan di GIIAS, di mana BAIC mencatat lonjakan signifikan dari 58 unit pada tahun sebelumnya menjadi 230 unit untuk GIIAS 2025, dan total 276 unit secara keseluruhan.
“Kami berharap rasio peningkatan di GJAW bisa mengikuti pola GIIAS, namun realisasinya baru naik dua kali lipat,” jelasnya.
Menariknya, GJAW 2025 mencatat lonjakan pengunjung yaitu 195 ribu orang, meningkat dari sekitar 145 ribu tahun lalu. Namun jumlah pengunjung yang menyambangi booth BAIC justru turun dari 6.000 pengunjung tahun lalu, meski posisi booth dinilai lebih strategis di Hall 5 dibanding Hall 1–3 sebelumnya. Faktor perubahan konsep booth hingga kebutuhan penguatan informasi dianggap menjadi bagian dari evaluasi.
Dhani menambahkan bahwa ajang GJAW memiliki peran penting sebagai penggerak industri otomotif nasional, sehingga koordinasi penyelenggara dalam menghadirkan alur informasi dan distribusi pengunjung menjadi kunci. BAIC sendiri tercatat mengikuti seluruh rangkaian pameran otomotif skala nasional, mulai dari Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung hingga Makassar sepanjang tahun.
Sementara itu, model BJ30 kembali menjadi kontributor terbesar, baik di GJAW maupun GIIAS, dengan porsi sekitar 60% terhadap total penjualan BAIC. Konsistensi performa model tersebut dinilai menjadi indikator kuat antusiasme pasar dan menjadi bahan evaluasi lanjutan dalam strategi produk tahun depan.
