
motoresto.id/, JAKARTA — Pasar sepeda motor di Indonesia terus menunjukkan dominasi motor matic, yang saat ini menyumbang sekitar 90% dari total penjualan. Sementara itu, motor laki-laki, termasuk motor bebek dan sport, hanya menyumbang sekitar 17% dari pasar, dengan sebagian besar berada di segmen big bike dan motor sport. Meski kontribusinya lebih kecil, AHM menegaskan akan tetap menjaga eksistensi motor manual di tengah dominasi motor matic.
“Market motor matic memang besar, tapi kita tetap akan eksis di segmen motor laki (manual). Bahkan dari 17% itu, banyak yang sebenarnya berada di big bike maupun motosport,” ujar Octavianus Dwi, Marketing Director AHM.
Segmen motor bebek memiliki pangsa pasar yang lebih kecil lagi, diperkirakan kurang dari 5%, tetapi tetap stabil. “Market bebek mungkin kurang dari 5%, kecil tapi stabil,” tambah Octavianus. Hal ini menunjukkan bahwa meski tren motor laki menyusut dalam beberapa tahun terakhir, keberadaan motor bebek dan sport masih memiliki penggemar setia di Indonesia.
Dalam pernyataan tambahan, Octavianus menjelaskan bahwa meski motor laki-laki dan cup tidak mengalami pembaruan signifikan, pasar ini tetap menjadi perhatian AHM.
“Motor matic itu 92% tahun 2011. Artinya motor laki-laki dan cup akhirnya banyak yang beralih ke second hand. Namun kita tetap akan eksis. Bahkan dari 17% itu, banyak yang sebenarnya di big bike maupun motosport. Kita mencoba untuk tetap menjaga eksistensinya,” jelasnya.
Terkait model seperti Sonic, Octavianus menambahkan, strategi pengembangan masih dalam tahap menunggu keputusan. “Ditunggu saja, diapain. Digairahkan lagi gitu,” katanya. Pernyataan ini menegaskan bahwa AHM tidak menutup kemungkinan menghadirkan kembali model tertentu sesuai kebutuhan pasar, sekaligus menjaga loyalitas konsumen motor laki-laki.
Keputusan AHM mempertahankan segmen motor laki-laki dan bebek merupakan bentuk, bahwa meski motor matic mendominasi penjualan, ruang bagi motor manual masih ada dan memiliki nilai strategis jangka panjang.
Segmen ini tetap menjadi bagian dari strategi mereka untuk mempertahankan diversifikasi produk, sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang mencari sensasi berkendara berbeda atau kendaraan kedua setelah motor matic.
