Mobil
Beranda » Toyota Ungkap Strategi Hybrid Terjangkau dan Target 50 Elektrifikasi Ekspor 2030

Toyota Ungkap Strategi Hybrid Terjangkau dan Target 50 Elektrifikasi Ekspor 2030

Dok. Motoresto.id
Dok. motoresto.id/

motoresto.id/, TANGERANG — PT Toyota-Astra Motor (TAM) membuka GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 dengan momentum penting bagi industri otomotif nasional: World Premiere New Veloz Hybrid EV, mobil hybrid yang diproduksi secara lokal di Indonesia. Toyota juga membuka pemesan indent untuk model ini dengan harga spesial Rp 299 juta untuk varian V Grade, khusus bagi konsumen yang memesan hingga Desember 2025.

Langkah ini sejalan dengan strategi Toyota untuk mendorong elektrifikasi terjangkau sekaligus memperkuat kontribusi ekspor. Menurut Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat ini kontribusi kendaraan hybrid terhadap ekspor Toyota mencapai 20%, dan perusahaan menargetkan peningkatan signifikan, khususnya dengan hadirnya Veloz Hybrid.

“Kalau VELOS ini sukses, kita akan lakukan development stage. Pokoknya 2030 kita harapkan 50% ekspor kita berbasis elektrifikasi,” jelas Bob Azam.

Toyota menekankan strategi segmentasi yang jelas. Pasar mobil listrik (EV) saat ini masih berada di segmen menengah ke atas, sedangkan segmen bawah hingga menengah tetap diisi oleh hybrid dan mobil kecil dengan mesin efisien. Kombinasi teknologi hybrid dan biofuel seperti biosolar dan biotanol diprediksi mampu menurunkan emisi hingga 40–50%, bahkan bertambah 20–30% jika dikombinasikan.

Dok. Motoresto.id
Dok. motoresto.id/

“Kalau hybrid bisa turunkan 40-50% emisi dan konsumsi bahan bakar. Apalagi kalau dikombinasikan dengan biofuel, bisa turun lagi 20-30%,” tambah Bob.

VW Perkenalkan ID. Buzz BOZZ Edition, Tawarkan Kenyamanan dan Gaya Hidup Modern

Bob Azam juga menyinggung baterai NMC 0,7 kWh pada Veloz, yang cukup efisien untuk menurunkan emisi dibanding EV konvensional yang membutuhkan baterai hingga 60 kWh. Toyota tengah mengembangkan lokalisasi baterai dan komponen utama EV, termasuk Transexcel, DCU, motor, dan wiring, untuk memperkuat infrastruktur elektrifikasi di Indonesia.

“Kalau mobil listrik, empat komponen pentingnya adalah baterai, DCU, motor, dan wiring atas. Selama itu bisa di-localize, berarti infrastruktur elektrifikasi kita kuat,” kata Bob.

Hybrid Terjangkau untuk Pasar Indonesia

Toyota menargetkan Veloz Hybrid menjadi hybrid Toyota paling terjangkau di Indonesia, menggantikan posisi Yaris Cross di segmen entry-level hybrid. Strategi ini diharapkan memperluas penetrasi hybrid ke konsumen lebih luas, sekaligus mendukung target elektrifikasi nasional.

Strategi Toyota tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga menyasar efisiensi bahan baku, penggunaan baterai, dan pembangunan industri lokal, agar pertumbuhan kendaraan elektrifikasi berkelanjutan.

Geely Umumkan Harga Resmi dan Produk EX2, Ada Program Spesial hingga Februari 2026