
motoresto.id/, JAKARTA – Perjalanan dunia otomotif sudah dipenuhi berbagai konfigurasi mesin, mulaid ari 2 silinder kecil hingga 16 silinder yang luar biasa besar. Tapi ada satu angka yang nyaris tidak pernah muncul di ruang mesin mobil penumpang, tujuh silinder.
Padahal, empat, enam, dan delapan silinder sudah umum dipakai puluhan tahun. Lalu kenapa justru angka tujuh ini dihindari oleh pabrikan? Dilansir dari Carscoops, secara teknis, angka tujuh cukup merepotkan insinyur.
Kerumitan dari Angka 7
Auto Motor und Sport mencatat bahwa crank journal di mesin 7 silinder harus ditempatkan pada 51,42857 derajat. Bandingkan dengan inline-six yang rapi di 60 derajat, atau V8 cross-plane yang nyaman di 45 derajat. Secara geometri, tujuh benar-benar angka yang menyulitkan desain poros engkol tanpa kompromi besar.
Kendala berikutnya ada pada getaran. Mesin dengan jumlah silinder besar memang cenderung lebih halus, namun 7 silinder menghasilkan pola vibrasi yang sulit dikontrol. Disisi lain, Inline-6 dan V8 cross-plane punya keseimbangan yang sangat baik.
Tapi Kenapa 3 & 5 Silinder Bisa?
Mesin dengan jumlah silinder ganjil sebenarnya bukan hal baru. Audi dan Volvo mempopulerkan 5 silinder yang punya karakter unik namun tetap halus. Mesin 3 silinder juga banyak dipakai karena murah, sederhana, irit, dan dibantu balance shaft agar tidak bergetar berlebihan.
7 silinder berada di “zona tidak nyaman” karena teralu besar untuk kepraktisan mobil kecil, ditambah keseimbangannya. Mesin 7 silinder memang ada, tapi biasanya dipakai di kapal besar atau mesin industri yang hanya berputar ratusan RPM, ditambah flywheel besar untuk meredam getaran. Di mobil yang perlu mencapai 7.000 RPM? Mustahil.
Terakhir, Buat Apa?
Pada akhirnya, mesin 7 silinder tidak menawarkan keunggulan berarti dibandingkan mesin 6 atau 8 silinder. Kompleksitas lebih besar, biaya lebih tinggi, hasil kurang jos. Dan kalau pun ada pabrikan yang ingin coba-coba, eksperimen seperti itu mestinya sudah muncul sejak era mesin pembakaran mencapai puncaknya.
Kini, dengan tren elektrifikasi dan hybrid, “perlombaan jumlah silinder” semakin tidak relevan. Tenaga ekstra bisa datang dari turbo, motor listrik, atau kombinasi keduanya, tanpa perlu menambah silinder.
Ide mesin 7 silinder memang terdengar eksotis dan mungkin punya suara unik. Tapi selama mesin 6, 8, dan bahkan 3 silinder modern masih sangat efisien, kemungkinan kita melihat mesin 7 silinder di mobil penumpang hampir nol.
Kalau ingin sesuatu yang benar-benar “nyeleneh”, masih ada Mazda RX-7 dengan mesin rotary, VW V5, atau Lancia V4 yang eksotis.
