Mobil
Beranda » Jelang Akhir Tahun Daya Beli Turun, Honda: Tujuan kami bukan hanya menjual

Jelang Akhir Tahun Daya Beli Turun, Honda: Tujuan kami bukan hanya menjual

Dok. Motoresto.id
Dok. motoresto.id/

motoresto.id/, JAKARTA — Menjelang penutupan tahun 2025, pasar otomotif Indonesia masih berada dalam tekanan berat akibat melemahnya daya beli masyarakat. Perlambatan ekonomi sepanjang tahun membuat penjualan mobil baru tidak lagi bergerak agresif seperti periode sebelumnya. Namun di tengah tantangan itu, Honda tampil sebagai salah satu pabrikan yang berhasil menjaga stabilitas performa penjualannya, baik secara bulanan maupun kumulatif.

Perubahan ekonomi makro memang berdampak pada pola konsumsi masyarakat. Pembelian mobil baru melambat, dan industri otomotif harus beradaptasi dengan situasi pasar yang tidak seideal beberapa tahun lalu. Di antara pabrikan besar asal Jepang, Honda menjadi salah satu yang masih mampu mempertahankan ritme bisnisnya dengan cukup solid.

Berdasarkan data Gaikindo, Honda membukukan 3.647 unit wholesales dan 4.607 unit retail sales pada Oktober 2025. Honda Brio kembali menjadi penyumbang terbesar dengan 2.175 unit wholesales, mempertegas posisinya sebagai tulang punggung penjualan Honda. Kemudian disusul Honda WR-V dengan 296 unit, Honda HR-V (ICE + hybrid) dengan 626 unit, dan Honda BR-V yang mencatat 366 unit.

Secara kumulatif Januari–Oktober 2025, Honda mencatat 50.270 unit wholesales dengan market share 7,9%, serta 58.720 unit retail sales dengan share 8,9%. Meski stabil, jika dibandingkan periode yang sama pada 2024, angka Oktober tahun lalu lebih tinggi, yakni 8.392 unit wholesales dan 8.765 unit retail. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pelemahan daya beli memang turut memengaruhi performa industri secara umum.

Di tengah kondisi pasar yang menantang, Honda memilih fokus pada stabilisasi ketimbang mengejar target agresif.

VW Perkenalkan ID. Buzz BOZZ Edition, Tawarkan Kenyamanan dan Gaya Hidup Modern

“Kita tahu pasar memang sudah challenging sekali. Tujuan kami bukan hanya menjual, tapi menjalankan pasar. Walaupun pasar turun, penjualan harus tetap terjaga,” ujar Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor.

Dok. Motoresto.id
Dok. motoresto.id/

Pendekatan tersebut menggambarkan strategi Honda yang lebih defensif, namun tetap progresif dalam menjaga keberlangsungan bisnis dan kepercayaan konsumen.

Untuk memperkuat posisinya di tengah pasar yang melambat, Honda menjalankan dua kampanye besar: Start The Trust dan Electrify Your Journey.

Menurut Yulian Karfili, Communication Strategy Sub-Division Head PT Honda Prospect Motor, kampanye Start The Trust menargetkan first-time buyer dan first upgrader, dengan pesan utama mengenai pentingnya rasa percaya dalam keputusan membeli mobil.

“Pesannya bukan hanya soal fitur atau harga, tapi tentang rasa percaya. Keputusan besar seperti membeli mobil harus dimulai dari rasa yakin,” jelasnya.

Geely Umumkan Harga Resmi dan Produk EX2, Ada Program Spesial hingga Februari 2026

Sementara itu, kampanye Electrify Your Journey berfokus pada edukasi dan kesiapan menghadapi era elektrifikasi. Yulian menegaskan bahwa proses elektrifikasi adalah perjalanan panjang yang harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Electrification adalah sebuah journey. Semua harus dijalankan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kesiapan setiap pihak,” ungkapnya.